Story cover for EL LUNA by lumba_lumna
EL LUNA
  • WpView
    Membaca 121
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 121
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Jun 26, 2020
Fantasi-werewolf

Slow up

~~~


"Siapa namamu gadis cantik?"

Netra biru kelam itu menyala dalam gelapnya malam. Badannya berdiri tegap, tak sekalipun terlihat takut pada sosok besar bertaring di hadapannya. 

Kibasan angin malam menerpa jubah merahnya. Berkibar, pelan dan anggun seolah takut melukai sang gadis misterius.

Mereka -sang bertaring- mulai menggeram. Melihat mangsanya dengan pandangan lapar, tiga serigala besar berbulu coklat menyorot mata gadis cantik itu nyalang. Tapi, apalah daya kalau sang serigala terbesar dari ketiganya hanya diam. Dan itu menjadikan alasan mereka sebagai bawahan untuk menunggu instruksi tuannya, sebelum mengambil keputusan untuk memangsa sang gadis cantik berjubah merah.

"Damn! Terakhir kali aku tanya, kalau kau tak menjawab, maka kau akan menjadi santapan kami saat ini juga,"desis sang pemimpin bermata hitam.

"What's your name?"

Bibir sewarna bunga mawar itu bergerak pelan.

"El- Luna,"bisiknya lembut namun diselingi senyum mematikan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan EL LUNA ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#776fairy
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
The Blackish White (COMPLETED) cover
The Predicted Luna cover
White Academy [Tamat] cover
About You My Mate [END] cover
Memory and Queen cover
DESTINY FOR DARKLAND  cover
Switch Over cover
Lantern hollow cover
Vampire Castle cover

The Blackish White (COMPLETED)

16 bab Lengkap

Highest rank #15 in Horror "Hei, mengapa kau menatapku seperti itu?" Tanyanya dari ujung ruangan yang gelap. "Matamu indah.." "Kau menyukainya?" Gadis itu mengangguk. Pria berambut pirang berombak itu melangkahkan kakinya ke arah ranjang si gadis, dengan menundukkan kepalanya. Menggunakan sebelah tangan, ia meraih wajahnya sendiri. Dalam satu gerakan cepat, dua jemarinya menusuk lubang matanya, membuat sang gadis hampir memekik ketakutan. Dengan seringaian menakutkan dan darah hitam yang mengalir dari lubang matanya yang kosong, pria itu memberikan sebelah bola matanya yang dengan pupil berwarna biru sejernih laut dangkal pada si gadis. "Aku memberikan ini padamu. Sebagai gantinya, jiwamu terbeli olehku." 137