Untuk-Mu

Untuk-Mu

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
Untuk-Mu, Terimah kasih telah menerima ku apa adanya, menerima kekuranganku dan menutupinya dengan kesempurnaan yang kau miliki. Terimah kasih juga Untuk-Mu yang selalu menjadi obat untuk menyembuhkan luka yang senantiasa menghampiri, yang selalu menjadi sapu tangan yang menghapus air mata yang jatuh di pipiku, yang selalu menjadi penopang yang kuat saat aku terjatuh dan yang selalu berada paling depan untuk membelaku. Untuk-Mu, Maaf karena belum bisa menjadi wanita yang sempurna di dalam hidupmu, belum bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna yang selalu kau impi-impikan. Maaf karena diriku, impianmu belum bisa terwujud dan entah kapan akan terwujud. Untuk-Mu, Katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar kebahagiaan dalam hidupmu terasa sempurna. Katakan juga padaku pengorbanan seperti apa yang harus aku lakukan agar kebahagiaan itu datang menghampirimu dan mewujudkan mimpimu yang belum tergapai itu. Untuk-Mu, Akan aku lakukan segala cara agar kebahagiaanmu bisa lengkap meskipun yang harus ku gadaikan adalah kebahagiaanku sendiri. Untuk-Mu, Izinkan aku untuk mencintai-mu selamanya meskipun nantinya kau bukan lagi milikku seutuhnya. Mulai Menulis : 18 Juni 2020 Mulai Publis : 14 Agustus 2020
All Rights Reserved
#248
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • Yes! Mr. Husband | TERBITβœ“
  • Aruna (Rewrite)
  • Assalamualaikum Calon Makmum βœ”
  • Untuk, Abadi | Completed βœ”
  • (COMPLETED)
  • Mr. Lecturer [END]
  • Asa | Lengkap βœ“
  • My Teacher is My Husband
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines