MENEMBUS BATAS

MENEMBUS BATAS

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
Cerita ini dimulai saat ajakan reuni datang dari kawan lama. Sebuah reuni yang memaksa Adnand Julianto kembali mengenang perasaan masa lalunya terhadap satu gadis yang ia kagumi sejak masa SMP. Gadis itu bernama Indah Ayu Lestari. Gunung Semeru adalah tempat yang mereka sepakati untuk reuni sederhana ini. Menurut mereka, Semeru adalah tempat yang lebih dari tepat. Pemandangan menawan yang terhampar sepanjang jalan adalah alasan utama. Sedangkan beberapa kenangan masa remaja yang tertinggal di sana adalah alasan lainnya. Dan entah bagaimana Tuhan merencanakan setiap takdirnya. Semuanya terasa sempurna jika hanya dianggap sebuah kebetulan semata. Pertama, ketika Adnand dibuat kaget dengan hadirnya gadis yang ia kagumi dalam reuni ini. Kedua, sebuah kebetulan yang membuat Adnand dan Ayu harus duduk berdampingan di dalam kereta. Yang ketiga adalah sebuah kebetulan yang sangat sempurna. Di mana keadaan benar-benar memaksa Adnand dan Ayu harus bersama sepanjang jalan menuju puncak Semeru. Hingga tiba satu keadaan yang memaksa seorang Adnand Julianto membuat pengakuan kepada Indah Ayu Lestari.
All Rights Reserved
#85
kisahmasalalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Bucin Ala Al [END]
  • Cinta Terakhir
  • Berdua Menembus Barikade
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Namanya Intan (TAMAT)

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines