The World Is Ours

The World Is Ours

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 15, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Muhammad Lubabul faiz al-habib" guru tampan nan cerdas begitulah julukannya, salah satu guru yang sangat menawan dimata santri putri bahkan kerap menjadi buah bibir seAntero asrama karena tampan dan sikap dinginnya. "Humayra anzalea hanum" santri putri dengan julukan "tukang kabur" yang paling nakal,cantik dan katanya tak pernah melewatkan tahajudnya juga dikenal cerdik dengan segala ide cerdas untuk mengakali guru-guru yang sedang mengajar agar bisa kabur ke kantin tapi tidak dengan Lubab "the most hated teacher in her's mind" entah kenapa lubab terlihat begitu keras didepan rara yang membuat rara tidak pernah bangun saat pelajarannya sehingga selalu mengurungkan niatnya untuk kabur ke kantin saat pelajaran dimulai. let's seen their story!! Be a smart user:) *don't copy this story
Todos los derechos reservados
#117
rara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Assalamu'alaikum, Hana! [Terbit]
  • Gus Arsya
  • tentang sebuah rasa
  • VAREN: Imperfect Husband
  • SEPOTONG HATI YANG MENGUKIR DAN TERUKIR
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Satuan Takdir
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • FOLLOW ME (AZMI ASKANDAR)selesai 1√

Hana Mutiara Sabrina. Adalah nama yang disematkan padaku sejak 16 tahun lalu. Terlahir sebagai putri dari seorang pengusaha sukses membuat hidupku sangat tercukupi. Banyak orang yang bilang hidupku bagai seorang putri dari Kerajaan. Namun semuanya berubah sekejap mata ketika kematian merenggut mama dari kehidupanku. Pelangi yang awalnya bersinar indah, kini menghilang dengan munculnya awan hitam yang membawaku pada penderitaan akibat kehadiran wanita lain yang kini telah menguasai papa dan seisi rumah. Hingga pada akhirnya papa mengirimku ke pondok pesantren agar aku dapat dibina dan berubah menjadi gadis yang lemah lembut. Awalnya aku menolak keras keputusan papa, dan berpikir bahwa papa sudah tega mengusirku. Namun, tempat yang semula kukira menyeramkan ternyata membawa kembali pelangi yang sempat menghilang dihidupku, dan membuat hari-hariku semakin berwarna dengan adanya cinta dari seorang pria yang kupuja.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido