Sebuah Harapan

Sebuah Harapan

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 9, 2021
Hari ini tepat tanggal 12 Desember hari ulang tahun ku. Setiap hari ulang tahun ku, aku selalu mempunyai keinginan yang sama setiap tahunya. "Harapan ku cuma satu mempunyai seorang kakak laki-laki yang amat menyayangi ku dan keluarga ku".tapi keinginan ku bertentangan dengan kenyataan pahit yang ku Terima bahwa aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Tapi keinginan ku terpenuhi hari ini, aku merasakan sosok kakak Laki-laki. Dan pada akhirnya aku mempunyai seorang kakak laki-laki. Tapi ternyata dia tidak sungguh menyangi ku dengan tulus layaknya seorang kakak terhadap adiknya. Aku tidak tau mengapa dia sangat membenciku, dan sering menindas ku.
All Rights Reserved
#55
sebuahharapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angel To Raya (END)
  • Kapan ini berakhir???
  • ARSHAKA DAN DUNIANYA || COMPLETE
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Difference
  • AKSARA Garis Pertemuan
  • SYAKIRA how are you?
  • Second Hearts
  • ASYIFA
  • Dear Fenly || Un1ty

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

More details
WpActionLinkContent Guidelines