Story cover for Aksara by dinswlndr
Aksara
  • WpView
    Leituras 98
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 7
  • WpView
    Leituras 98
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 7
Em andamento, Primeira publicação em jun 26, 2020
"5 tahun yang lalu, sebelum kepergian mu kita mengucap janji bersama yang disaksikan oleh semesta. Dan kepulangan mu yang selalu ku nanti, kini menggoreskan luka abadi, bersamamu khayal masa lalu yang sempat terfikir akan sehidup semati, yang akan dijalani bersama hingga tua nanti." 

Sara permatasari




"Apakah kamu berfikir aku menyengaja tentang semua ini?? suatu hal yang dilakukan pasti selalu memiliki sebab. karena itu dengarkan penjelasanku dulu" 


Aksa Nuhrogo



"Sebab itu, aku enggan mendengarkan lagi segala omong kosong mu itu. rasanya semua perkataan yang keluar dari mulutmu hanyalah tentang dusta"
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Aksara à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#9sebatangkara
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Being a Good Papa [ End ] cover
Become Baby Boy✓ cover
Menyimpan Rasa (END) cover
Bukan Kita D.A.N cover
A R S E A N A cover
SHEFAYRA cover
Aseano Samudra [End] cover
Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going) cover
Poison Of Love cover
Transmigrasi papa  cover

Being a Good Papa [ End ]

23 capítulos Concluída

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."