LUCKY RIVAL (SUDAH TERBIT)

LUCKY RIVAL (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    Reads 764
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 24, 2023
Rival, siswi terpandai kelas XII di SMA Bimasakti ini sudah percaya diri akan menjadi calon siswa berprestasi penerima beasiswa ke luar negeri, yang sangat ia inginkan. Namun, posisinya digeser begitu saja oleh Lucky, bayangannya di segala prestasi sekaligus putra dari Kepala Sekolah mereka. Kecewa karena disabotase, Rival menuntut keadilan dengan meminta persaingan yang sehat. Mereka tak pernah dekat sebelumnya. Namun, sejak hari di mana Lucky menciumnya, Rival merasa dunianya seakan berputar mengelilingi Lucky. Hingga suatu hari Lucky datang dan memberi penawaran yang sulit ia tolak. "Pacaran yuk!" "Otak lo bermasalah ya? Bercanda lo gak lucu." "Gue gak akan pergi sebelum diterima!" "Dih ... maksa." "Pacaran sama gue dan beasiswanya jadi milik lo, gimana?"
All Rights Reserved
#46
beasiswa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Upside Down
  • Rindu Senin Pagi
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • RAISA
  • Dosgans
  • THE CLIMB [Completed]
  • Pak Bian ( Tamat )
  • Untung Sayang

"Gue kasih tawaran, lo terima, kita pacaran." Riki dan Ami pacaran. Itu hal yang mustahil, seperti mustahilnya air menyatu dengan minyak. Persaingan tak kasat mata antara siswa jurusan IPA dan IPS justru tak menggentarkan langkah Riki untuk tetap berada di sisi Ami. Resiko besar yang dihadapinya adalah tidak dipercaya lagi oleh teman-temannya sebagai komandan siswa IPS. Riki suka pada Ami, tapi dia ragu apakah Ami juga suka padanya? Atau menganggap ini hanya kesepakatan antara dirinya dan Ami? "Aku terima kamu." Dia menatap Ami tak percaya. "Seriusan lo?" Dia dan Riki pacaran. Ya, dia dan laki-laki itu... Tidak! Ami tidak pernah benar-benar menerima tawaran untuk jadi pacarnya. Ami suka pada laki-laki lain, bukan dia. Permusuhan siswa jurusan IPA dan IPS sudah seperti musuh bebuyutan, entah sejak kapan dimulai. Lagipula Ami ada di pihak netral. Bukan karena laki-laki yang disukainya pun ada di pihak yang sama, tapi lebih karena Ami tak suka keributan. Namun, Ami tak bisa tinggal diam saat Riki tak lagi berada di sisinya. Kebencian perlahan membakar hatinya, lebih dari yang ia bayangkan. Hingga ia tidak menyadari telah membuat laki-laki itu hilang dari sisinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines