We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Couple or Rival?

Couple or Rival?

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika seseorang tiba-tiba datang dan menjadi perusak hubungan? Tentu saja sangat tidak bisa dimaafkan. Hal itulah yang terjadi kepada Vinka. Reval, yang merupakan murid pindahan dan menjadi adik kelas Vinka, tiba-tiba saja masuk dengan seenaknya kedalam kehidupan Vinka. Sikapnya yang jahil dan menjengkelkan membuat hubungan Vinka dengan pacarnya, Azriel, menjadi berantakan. Namun, dengan tidak berdosanya Reval tidak ingin mengakui kesalahannya. Ia tidak ingin dicap sebagai perusak hubungan orang. Tapi, hal itu tidak membuat Vinka marah, melainkan rasa kesal yang ia dapatkan. Sikap menjengkelkan Reval terhadap Vinka terus berlanjut sampai terungkaplah sebuah kebenaran di masa lalu. Kebenaran yang selama bertahun-tahun mereka cari dengan penuh keyakinan dan petunjuk sebuah kenangan. Apakah mereka akan tetap menjadi rival setelah kebenaran tersebut terungkap atau menciptakan sebuah hubungan yang lain, yang lebih baik dari sekedar rival?
All Rights Reserved
#830
couple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bucin (Completed✅)
  • 2190 Days of Silence
  • Garis Cinta
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • LEITHLEACH
  • Segitiga [END]
  • Sour Seventeen

"Noh minta maaf sama Zela bukan gue, mungkin dia masih sahabat lo" Kata-Kata Vini terdengar dingin di telinga gadis menyedihkan ini. "Vin..." Ucap Dinda lirih tak sanggup lagi untuk berkata-kata. Jujur Dinda tidak mengerti maksud Vini berkata seperti itu. "Kenapa? lo nanya gue? sorry gue ngak bisa maafin lo, lo bukan orang yang gue kenal lagi Din..." Vini menggantungkan ucapannya, sangat berat melanjutkannya, tapi inilah takdirnya "-gue ngak mau punya temen bucin kayak lo" Vini menekankan kata bucin disana, dan kali ini nada bicaranya naik satu oktaf, mungkin bukan satu oktaf lagi, tapi sudah ratus oktaf hingga nafas Vini terasa sesak mengatakannya. Air mata yang sedari tadi ditahannya, kini jatuh berderai di pipinya." Gue tau gue salah Vin, maafin gue" Perkataan maaf tak pernah habis dilontarkan oleh mulut Dinda. ~Ketika kekecewaan mencapai puncaknya, ia bisa menghancurkan pertahanan yang sudah lama di bangun dengan sepenuh jiwa~

More details
WpActionLinkContent Guidelines