Story cover for Jingga by farihahafrih
Jingga
  • WpView
    Reads 403
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 403
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jun 27, 2020
-Aku melupakan fakta tentang samudra.
 terlalu luas untuk kuarungi dan
 terlalu dalam untuk diselami.
~ Jingga claretta aeleasa


-Jingga itu hangat, sampai aku tak sadar ada sesuatu dalam diriku yang mencair.
~Samudra alfarellza

_________________________________________________


" Maksud kamu apa dra?" tanya Jingga sambil menahan genangan air dimatanya.

" Gue yakin lo ngerti maksud gue," jawab Samudra dengan wajah datarnya.

" Kalo emang dari awal kamu nggak ada rasa sama aku setidaknya jangan buat aku terbang dan dengan begitu mudahnya kamu jatuhkan," ucap Jingga diiringi dengan tumpahnya air mata.

" Tugas gue udah selesai semoga lo bahagia," kata Samudra.

" Gimana aku mau bahagia kalo bahagianya aku kamu bawa dra! " ucap Jingga dengan menahan sesak di dadanya.
_

Penasaran gak sama kisah Samudra dan Jingga?

Kalo penasaran skuy langsung baca aja.

Tapi jangan lupa vote + komen + follow ya❣️
All Rights Reserved
Sign up to add Jingga to your library and receive updates
or
#36teeneger
Content Guidelines
You may also like
(Not) A Dream School (On Going) by AnggiPratiwi935
25 parts Ongoing
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
You may also like
Slide 1 of 9
Why you Comeback cover
Lelah Dilatih Rasa [END] cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
DRABIA [END] cover
Jingga di Samudra [Completed] cover
AILY DAILY  cover
Semu [Completed] cover
You Are My Destiny cover

Why you Comeback

47 parts Complete

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI