Lingkar Waktu

Lingkar Waktu

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2020
UPDATE SETIAP HARI SABTU Pada sebuah lingkar waktu yang berputar, ada saatnya kau bertemu seseorang yang kau sebut sebagai rumah. Bersamanya, membuatmu merasa selalu ingin pulang. Tidak ingin pergi lagi. Tidak ingin mencari lagi. membuat hatimu tidak punya pilihan apapun selain jatuh cinta. Pada sebuah lingkar waktu yang berputar, ada saatnya kau menyadari bahwa dia sudah tidak lagi bahagia. Kau melepaskannya karena tidak sanggup melihatnya sedih. Seperti itulah dirimu, merelakan diri terluka demi kebahagiaannya. Bahkan ribuan malam kau lewati hanya demi menunggunya, berharap dia mengerti bahwa meninggalkanmu adalah sebuah kesalahan. Pada sebuah lingkar waktu yang berputar, ada saatnya kau menyadari bahwa seseorang membuatkan rumah untukmu. Rela memberikan apa saja untukmu. Kau pun berusaha untuk mencintainya. Namun seperti itulah cinta, tidak bisa tumbuh dengan sebuah paksaan Pada sebuah lingkar waktu yang berputar, ada saatnya kau menyadari bahwa kau masih terjebak dalam putaran yang bernama lingkar waktu. Berharap kembali ke hari itu. Namun tiada guna, waktu tidak akan berputar kembali walau hanya 1 detik. Dia hanya mampu maju dan terus maju. Mau tidak mau, suka tidak suka. Ikhlaskan saja. Sesungguhnya duniamu akan lebih baik jika waktu itu kau sadar, bahwa kau tidak perlu mengenalnya.
All Rights Reserved
#3
qilla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Yang Pernah Patah
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}
  • The Loveliest LOVE
  • BROKEN HEART [END]
  • Tanya Pada Waktu (On Going)
  • (COMPLETED)
  • Narasi patah hati

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines