BOY or BEST friend

BOY or BEST friend

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2020
"cinta itu bersahabat dengan patah hati, jika kamu siap untuk mencintai kamu harus lebih siap untuk patah hati" mitos persahabatan antara laki laki dan perempuan berujung cinta tentu telah beredar bukan? sebuah kisah nyata bak cerita di wattpad yang sering aku baca, tapi ini lah kenyataannya aku telah menaruh rasa pada laki laki yang selama ini berpegang teguh untuk menjadi sahabat lucu bukan? lantas bagaimana caranya aku mengungkapkannya? apakah aku harus terus memendamnya atau mengubur perasaan ku hidup hidup? entahla cinta merupakan rumus yang lebih sulit dibandingkan fisika dan matematika
All Rights Reserved
#170
juniorhighschool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lovakarta
  • The Last [Completed]
  • DEVIAN [END]
  • CLOSER
  • 𝚂𝙴𝙽𝙸𝙾𝚁✔
  • Sebelum Pagi
  • 𝗡𝗼𝘁 𝗙𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗟𝗼���𝘃𝗲; 𝗲𝗻𝗱
  • INTUISI [END]
  • Secret Admirer
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines