MICHELLE

MICHELLE

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2020
" gue minta tolong sama lo, tolong jangan buat gue menderita cuma gra gara lo ngegantungin perasaan gue ke lo . klo lo mau pergi silahkn pergi kalo lo mau singgah plis kasih gue kepastian el.. " michelle menatap kosong rafael . penasaran sm ceritanya? yu baca dan jangan lupa vote yaa ! <3
All Rights Reserved
#476
smart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • friendship of two worlds
  • Tramigrasi sahabat
  • Cinta Gus Azzam Hanya Milik Dijah
  • Cinta kecil ku
  • KEYVARA (Revisi)
  • Senja Untuk Pelangi(End)
  • Raya Dan Raka .(LENGKAP✅️)
  • Renjie & Binbin [BxB] END
  • Need You Now

Hujan turun pelan di atas pemakaman yang sepi. Langit kelabu menggantung rendah, seolah ikut berduka. Seorang gadis berbaju hitam berdiri kaku di depan sebuah nisan. Tangannya gemetar saat menggenggam bunga putih yang mulai layu, kelopaknya basah oleh hujan-atau mungkin oleh air matanya sendiri. Ia membiarkan air mata jatuh satu per satu, tanpa berusaha menghapusnya. "Andai waktu itu gue ada di sana..." Suaranya serak, hampir tenggelam oleh angin dan rintik hujan. "Mungkin sekarang kita masih bareng, Rel. Lo masih berdiri di samping gue-cerewet, ketawa tanpa mikir, seolah dunia nggak pernah bisa nyakitin kita." Ia menunduk, bahunya bergetar. Tanah di bawah nisan itu masih basah, masih baru-seperti luka di dadanya yang belum sempat kering. "Tenang di sana, ya," bisiknya lirih. Angin berhembus pelan, menyapu rambutnya yang basah, seolah menjawab doa yang tak pernah selesai. Hari itu adalah hari pertama tanpa Aurel- hari yang tidak pernah benar-benar dimulai, karena sebagian dari dirinya ikut terkubur di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines