Story cover for Basketball Ghost  by thiarahafiza48
Basketball Ghost
  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado jun 27, 2020
Bagaimana perasaan mu?
jika berjalan di lorong-lorong Sekolah yang sepi, hanya kau sendirian disana karena bel pulang sekolah sudah berbunyi 2 jam yang lalu, kau masih disana karena baru saja menyelesaikan tugas diperpustaakan Hingga matahari terbenam.
 kau terus berjalan hingga akhirnya kau berhenti didepan Ruangan basket, Dan mendengar suara langkah kaki berlari, suara sepatu berdecit, dan suara bola basket memantul, seakan-akan ada seseorang sedang bermain didalam sana
itulah yang dirasakan Oleh Go Aerin, Yeoja cantik berambut panjang yang mempunyai mantan bernama Suga, seorang kapten basket yang Meninggal secara mengenaskan didalam ruangan basket
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Basketball Ghost a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Don't Talk About Money de catheryn99
55 partes Concluida
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Denting Waktu di Lapangan Basket de ChaerunnisaChaeru083
25 partes Concluida
Yaowen, kapten tim bola basket kampus, tengah mempersiapkan kejuaraan besar ketika salah satu rekan setimnya cedera. Tanpa diduga, Zhen, sang manajer tim, membawa seorang pengganti yaitu Yaxuan, cinta pertama yang meninggalkannya lima tahun lalu tanpa penjelasan. Di masa lalu, Yaxuan menderita insomnia kronis dan hanya bisa tidur nyenyak saat berada di sisi Yaowen. Hubungan mereka tumbuh dalam kehangatan malam di gym sekolah, hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta. Namun, tanpa sempat mengungkapkan perasaannya, Yaxuan harus pindah sekolah dan memilih pergi dengan membawa kesalahpahaman yang menyakitkan. Kini, mereka kembali dipertemukan di kampus dengan perasaan yang belum terselesaikan. Yaowen menentang kehadiran Yaxuan di timnya, tetapi tak punya pilihan selain menerimanya. Mereka bertaruh di lapangan, dan Yaxuan membuktikan dirinya dengan membawa tim menuju kemenangan. Sebagai bagian dari kesepakatan, ia mengajukan permintaan mengejutkan agar mereka tinggal bersama. Seiring berjalannya waktu, ketegangan berubah menjadi kedekatan, dan perlahan-lahan, mereka mulai menyembuhkan luka lama. Namun, apakah cinta pertama yang pernah patah dapat kembali utuh? Ataukah mereka akan terjebak dalam kesalahpahaman sekali lagi? Di antara ketegangan di lapangan dan gejolak hati, Yaowen dan Yaxuan harus menghadapi perasaan mereka yang belum tuntas dan menentukan apakah mereka adalah tempat berlindung satu sama lain untuk selamanya.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Don't Talk About Money cover
SEGARA(END) cover
FOR WHOM MY HEART IS? (END) cover
cinderella journey cover
si dingin  [END] cover
Denting Waktu di Lapangan Basket cover
BECAUSE OF YOU [MYG & BSZ] ✅ cover
ways to like you cover
Talking To The Moon cover
𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?  cover

Don't Talk About Money

55 partes Concluida

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"