Anak Perempuan

Anak Perempuan

  • WpView
    LETTURE 207
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 14
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, lug 10, 2020
Teriak, menangis, diam, senyum, tertawa Terlalu brengsek untuk ku banggakan, terlalu munafik untuk ku bela. Dan, dosa ku dapatkan jika aku melantarkannya. Pujian, makian, pujian kemudian makian lagi. Kenapa kau memilihku? penglihatan yang gelap, pendengaran yang rusak, hanya sebagian hidupku mencium wangi bunga melati dan selebihnya aku mencium bau kamar tidur babu, tak pernah sekalipun kalian membiarkanku menyentuh halus hangatnya jaket bulu angsa. Mengekang, tuntutan, memaksa, menyiksa. "Hari ini aku biarkan bapak membuatku menangis" batinku menatap pintu dibaliknya bapak melontarkan makian untukku
Tutti i diritti riservati
#615
kisahremaja
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Is It Home ?
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Me And His Hopes
  •  HAZELA
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐭𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐭𝐢 (𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠)
  • Terima kasih dan maaf
  • Swan's Last Pirouette
  • AFKARA [END]

[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti