Anak Perempuan

Anak Perempuan

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
Teriak, menangis, diam, senyum, tertawa Terlalu brengsek untuk ku banggakan, terlalu munafik untuk ku bela. Dan, dosa ku dapatkan jika aku melantarkannya. Pujian, makian, pujian kemudian makian lagi. Kenapa kau memilihku? penglihatan yang gelap, pendengaran yang rusak, hanya sebagian hidupku mencium wangi bunga melati dan selebihnya aku mencium bau kamar tidur babu, tak pernah sekalipun kalian membiarkanku menyentuh halus hangatnya jaket bulu angsa. Mengekang, tuntutan, memaksa, menyiksa. "Hari ini aku biarkan bapak membuatku menangis" batinku menatap pintu dibaliknya bapak melontarkan makian untukku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Me And His Hopes
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • AFKARA [END]
  • Different [END]
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • LENATHAN (hiatus)
  •  HAZELA
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐭𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐭𝐢 (𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠)
  • MAHENDRA

Kisah anak remaja menjalani kehidupan yang saling mempengaruhi . Hidup meraka sangat terikat , hingga diantara mereka ada yang merasakan cintah , kebencian dan kemunafikan dalam hubungan mereka . Salah diantara mereka berusaha keluar dari kehdupan itu ,ada juga bertahan demi rasa cinta yang begitu dalam tak bisa melepaskannya. " Secercah harapan yang mulai terkikis dengan keadaan perlahan menghilang hingga satu debu pun tak tersisah.Seperti pohon yang ditanam di suatu tempat mencoba menghadapi keadaan yang membuat pohon itu harus bertahan ditengah keadaan krisis hingga satu helai daun tak hinggap didahan nya " "aku akan merusaha membawa mu dari belenggu dunia yang fana ini ,aku tidak janji tapi komitmen ku boleh kau percayai " kata seorang pria melihat seorang gadis yang sangat dia cintai. "kepercayaan ku sudah punah sejak orang orang Disekitar ku menhancurkan nya hingga setetes pun air tidak ku lihat lagi " gadis itu sedang melihat gelapnya malam yang menemani nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines