Kami kembar, dua manusia yang terlahir dari rahim yang sama. Dengan sifat yang berbeda.
Kata Ayah, dulu mama ngidam mandi dengan kecebong.
Ya, mungkin saja itu alasan kenapa kami memiliki sifat yang aneh.
(Nikmati Hidup Kalian tanpa beban . Kepakkan sayap tanpa harus membawa segudang LUKA. )
Kami ingin bebas, sebebas bebasnya, Sayangnya itu hanya harapan kami saja, diantara kita saling mengikat, mengikat banyak hal.
Ketika kami saling mengalah dan berandai tentang keinginan kami. Maka kami hanya bisa meratapi.
Kami berbeda agama, dimana salah satu dari kami menunaikan ibadah di masjid maka yang lain ada di gereja.
Dimana Dia membaca Al-Qur'an, maka yang ku baca adalah Al-Kitab. "Lia"
Dimana Dia menganggap Isa adalah Nabi, maka aku sebagai Yesus, Tuhanku. "Lea"
Kami dekat, sedekat nadi , tapi sejauh samudra.
Dear Twins...
"Dia sangat berbeda dengan Ragil. Padahal mereka saudara kembar."
"Romeo sama sekali nggak bisa diandalkan. Beda banget sama adik kembarnya."
"Ragil itu anak baik-baik, tapi Romeo sebaliknya."
Romeo nggak peduli sama orang yang menghinanya asal hidupnya baik-baik saja. Tapi kayaknya Tuhan nggak mengabulkan permohonan Romeo yang satu itu.
Fakta bahwa Romeo nggak baik-baik saja. Fakta bahwa Romeo ingin menyerah pada hidupnya sendiri. Fakta bahwa Romeo harus mengorbankan hidupnya untuk membahagiakan semua orang.
Diambang kehancuran hidupnya, di waktu terakhirnya, di moment terakhir yang akan dilaluinya, Romeo ingin membuatnya baik-baik saja.
Untuk sekali, Romeo ingin membuat kenangan sebelum dia menghilang ...
Cover by @suputri21