R E G R E T

R E G R E T

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
"Ras, ayo pulang ke rumah. Kita semua rindu kamu." Ucap Rara lembut dengan menyodorkan brownies coklat kesukaan gadis itu saat kecil. Bukannya menerima, Laras menjatuhkan brownies itu dan menginjaknya dengan sekuat tenaga. "Gue ngak mau pulang. Lo dan keluarga lo buat hidup gue hancur. Lo pasti seneng udah dapat semuanya dari mereka." Teriak Laras kepada Rara yang tak lain adalah kakak tirinya di depan semua orang. "Jangan berbicara dengan intonasi seperti itu kepada Rara." Bela bundanya yang membuat Laras kesal. "Kalian semua sama saja. Saya bahkan tidak tau kenapa kalian sekeluarga menaruh saya di sel ini. Saya masih berumur 6 tahun dan kalian tega menitipkan saya di sel tahanan para mafia dengan alasan bahwa saya bersalah."
All Rights Reserved
#127
lumpuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Full Of Scratches
  • Benalu [Terbit]
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • RAGU : THE SECRET STORY
  • Sejenak Luka
  • SUARA BIA (TAMAT)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines