We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
R E G R E T

R E G R E T

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2020
WpInfo
Non-Fiction
"Ras, ayo pulang ke rumah. Kita semua rindu kamu." Ucap Rara lembut dengan menyodorkan brownies coklat kesukaan gadis itu saat kecil. Bukannya menerima, Laras menjatuhkan brownies itu dan menginjaknya dengan sekuat tenaga. "Gue ngak mau pulang. Lo dan keluarga lo buat hidup gue hancur. Lo pasti seneng udah dapat semuanya dari mereka." Teriak Laras kepada Rara yang tak lain adalah kakak tirinya di depan semua orang. "Jangan berbicara dengan intonasi seperti itu kepada Rara." Bela bundanya yang membuat Laras kesal. "Kalian semua sama saja. Saya bahkan tidak tau kenapa kalian sekeluarga menaruh saya di sel ini. Saya masih berumur 6 tahun dan kalian tega menitipkan saya di sel tahanan para mafia dengan alasan bahwa saya bersalah."
All Rights Reserved
#64
lumpuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Rumah Kedua
  • Benalu [Terbit]
  • Devaul • completed
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • Full Of Scratches
  • ALEYA~~

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines