Story cover for R E G R E T by V-Pitriana
R E G R E T
  • WpView
    Membaca 152
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 152
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
Bersambung, Awal publikasi Jun 27, 2020
"Ras, ayo pulang ke rumah. Kita semua rindu kamu." Ucap Rara lembut dengan menyodorkan brownies coklat kesukaan gadis itu saat kecil.

Bukannya menerima, Laras menjatuhkan brownies itu dan menginjaknya dengan sekuat tenaga. "Gue ngak mau pulang. Lo dan keluarga lo buat hidup gue hancur. Lo pasti seneng udah dapat semuanya dari mereka." Teriak Laras kepada Rara yang tak lain adalah kakak tirinya di depan semua orang. 

"Jangan berbicara dengan intonasi seperti itu kepada Rara." Bela bundanya yang membuat Laras kesal.

"Kalian semua sama saja. Saya bahkan tidak tau kenapa kalian sekeluarga menaruh saya di sel ini. Saya masih berumur 6 tahun dan kalian tega menitipkan saya di sel tahanan para mafia dengan alasan bahwa saya bersalah."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan R E G R E T ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#36sadness
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
JANGAN PANGGIL AKU LARAS oleh Eprimanroe
4 bab Lengkap
Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
TUBUH GADIS NERD [END] cover
JANGAN PANGGIL AKU LARAS cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
Full Of Scratches cover
Rumah Kedua cover
Devaul • completed cover
RAGU : THE SECRET STORY  cover
Benalu [Terbit] cover
ALEYA~~ cover

TUBUH GADIS NERD [END]

31 bab Lengkap

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah