Our Guilty Pleasure

Our Guilty Pleasure

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Erotica
[UPDATE TIAP HARI] Kata orang, jangan telalu terobsesi kepada seorang manusia karena manusia adalah mahluk rapuh yang terikat waktu. Organisme yang gampang mati dan bodoh. Sebuah eksistensi dari ketidak-kekalan. Namun jujur saja, aku tidak perduli. Sampai mati, aku sudah menetapkan bahwa gadis itu akan menjadi milikku. Aku ingin mencumbunya. Mengigitnya. Menciumnya. dan memeluknya seumur hidupku. Aku ingin mengelus rambut hitamnya dan mendekapnya sampai dia tidak bisa bernafas. Mengurungnya dalam kamarku hingga tidak ada orang lain yang dapat mengambilnya dariku. Kebahagiaannya harus aku. Pusat hidupnya juga harus aku, bahkan kematiannya pun... harus denganku. Hana Sayangku, tidak akan ada pria lain di dunia ini yang dapat mencintaimu seperti diriku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

(BELUM DI REVISI MASIH BANYAK TYPO) Ansera, gadis centil dan cerewet, langsung jatuh hati pada Raha saat pertama kali ia melihat lelaki itu, pengacara kaku yang jarang menunjukkan ekspresi. Dari pertemuan pertama, Sera langsung bertekad, ia harus membuat Raha menyadari keberadaannya, dengan cara apa pun. Tapi, untuk menembus hati seseorang yang selalu terlihat dingin ternyata lebih sulit dari yang ia bayangkan. Setiap kata serius dari Raha, menjadi tantangan dan godaan sekaligus bagi Sera. "Mas, aku mau pelukan sama kamu. Tapi, tunggu rumahku sepi." "Terus, nanti digrebek warga, gitu, Ansera?" "Mau banget." | start 21 december 2025 | end 11 april 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines