Fractum Memoria

Fractum Memoria

  • WpView
    Reads 8,588
  • WpVote
    Votes 677
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 26, 2025
"Saya bukan Ayahnya," sangkalnya dingin yang tak lain adalah Alfath yang tentu membuat hati Thesla berdenyut mendengarnya. "AYAH!" teriak Vira dengan tatapan tak percaya mereka layangkan. "Saya tak pernah merasa memiliki anak tak berpendidikan seperti dia," tutur Alfath dingin yang mampu menusuk tepat di uluh hati Thesla kali ini. Namun apadaya, ia hanya bisa bersikap seakan tak peduli dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya. "Maksud Ayah apasih?! Bagaimana bisa Ayah-" "Jika dia menganggap demikian, mengapa ia tak mematuhi seluruh perintah kita?! Apa itu yang dinamakan anak? Anak durhaka maksudnya? Sama seperti ibunya yang jalang?!" Sontak, pernyataan Alfath membuat Thesla terdiam membeku dengan air mata yang sekuat tenaga ia tahan agar tak meluruh. "AYAH?!" Lagi lagi Vira dan Icha berteriak memperingati Alfath. Sungguh, mereka tak menyangka Alfath akan mengatakan hal itu. Hingga tawa sumbang terdengar dari sosok Thesla, dan.... Lanjutkan membaca untuk mengetahui kelanjutannya! _________ Copyright © 2020 by ArCastellan. Cover: Pinterest, Canva, PicsArt, ArCastellan. [September 2020] Sekian, terima kasih. PS : DILARANG PLAGIAT APAPUN ALASANNYA! Start: 18 September 2020 Publish : 23 April 2021
All Rights Reserved
#225
memori
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • she is okay but she lies
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • It's Me
  • Kakak Iparku Ibu Anakku (Aldama Family Seri 9)
  • Bendahara VS Ketua Kelas✓
  • UNTUK AZKA [SUDAH DIBUKUKAN]
  • DAREN [End]
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • AlvarettAlam [Completed]

Kisah tentang anak sekolah dasar yang mengikuti perjalanan ibunya dari dia kecil sampai dia lulus sekolah. Pertama kali dalam hidup ia mengingat kejadian dimana ayahnya memperlakukan ibunya secara tidak layak umur 3 tahun adalah umur dimana dia menikmati masa-masa pertumbuhan dengan di warnai warna-warni kehidupan yang bermakna, namun makna dalam hidup nya berbeda. Zefanya, perempuan itu menyaksikan kejadian demi kejadian yang menyakitkan yang membuatnya malah tidak seperti terjadi apa-apa, perempuan yang tidak memperdulikan isi rumah nya sendiri, perempuan yang tidak tau gimana caranya mengekspresikan diri ketika dia melihat kejadian di depan mata nya secara langsung. Tumbuh seperti anak-anak lainnya, punya rasa suka dan rasa sayang kepada laki-laki yang ia cintai, Zefanya tidak perduli atas dirinya sendiri yang di tolak atau tidak. Menyukai seseorang dan tidak dapat balasan bukan salah orang tersebut tapi salah perasaannya sendiri yang telah menaruh harap kepada nya tapi ia justu baik-baik saja dengan hal itu. Beberapa tahun kemudian ia bertemu salah satu laki-laki yang bisa menerimanya apa adanya. Tapi siapa sangka ujung-ujungnya ia malah membuat trauma besar dalam hidup Zefanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines