Semai Harapan

Semai Harapan

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jul 9, 2020
Mengejar mimpi itu perih, jalannya tak selalu mudah. Kulit berkali-kali tergores, kerikil menimbulkan luka, belum lagi badai membuat keadaan semakin kacau. Mimpi ku adalah kau. Kau adalah cerita yang ingin sekali ku selesaikan, tapi aku tak tau seperti apa harus berakhir. Apakah berakhir indah atau sakit? Segalanya bergerak namun seraya berhenti. - Adine Alenta Listyana - ............................................................ Terakhir adalah malam itu. Terlalu sakit untuk dilupakan, tapi sudah waktunya ditinggalkan. Hati ini sudah terlalu larut terbuai ekspektasi tinggi. Aku tak pernah mengira akhirnya akan hancur begini, walau semua tak berawal indah. Bangunan yang dulu asri ini, kini seperti neraka. Apa yang mereka sebut rumah ini sama sekali bukan rumah untukku. Jika boleh meminta takdir, aku ingin waktu bergerak lebih lama lagi. - Darsana Narda Altaira - ............................................................. Kisah mengenai putri dari keluarga bangsawan bertemu dengan putra dari keluarga peneliti asing. Keduanya memiliki kisah kelam yang berbeda, kemudian bersama menyemai harapan. Apakah berakhir indah atau sebaliknya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • T I M E
  • Between Us
  • About Naskala [on going]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • SENANDIKA (Zeedel)

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan