We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Semai Harapan

Semai Harapan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mengejar mimpi itu perih, jalannya tak selalu mudah. Kulit berkali-kali tergores, kerikil menimbulkan luka, belum lagi badai membuat keadaan semakin kacau. Mimpi ku adalah kau. Kau adalah cerita yang ingin sekali ku selesaikan, tapi aku tak tau seperti apa harus berakhir. Apakah berakhir indah atau sakit? Segalanya bergerak namun seraya berhenti. - Adine Alenta Listyana - ............................................................ Terakhir adalah malam itu. Terlalu sakit untuk dilupakan, tapi sudah waktunya ditinggalkan. Hati ini sudah terlalu larut terbuai ekspektasi tinggi. Aku tak pernah mengira akhirnya akan hancur begini, walau semua tak berawal indah. Bangunan yang dulu asri ini, kini seperti neraka. Apa yang mereka sebut rumah ini sama sekali bukan rumah untukku. Jika boleh meminta takdir, aku ingin waktu bergerak lebih lama lagi. - Darsana Narda Altaira - ............................................................. Kisah mengenai putri dari keluarga bangsawan bertemu dengan putra dari keluarga peneliti asing. Keduanya memiliki kisah kelam yang berbeda, kemudian bersama menyemai harapan. Apakah berakhir indah atau sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Between Us
  • About Naskala [on going]
  • Tired Of Love
  • LOVE YOU FOREVER (gxg)
  • THE UNYIELDING  [END]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines