On my opinion

On my opinion

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 29, 2021
Ups, kali ini aku akan sedikit dan semoga banyak menuliskan berbagai hal yang relate dalam kehidupan sehari-hari. Yaps, "kehidupan" saya rasa terlalu berat membahas hal itu. Kehidupan berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang belum tentu juga baik diimplementasikan dalam kehidupan kalian. Tapi, paling tidak kita bisa sharing dan saling belajar untuk tetap waras dalam hidup yang semakin gila. Eh, ngga semua seperti itu kok. Tapi bagi sebagian orang, banyak yang merasakan seperti itu loh. Hmm, Jadi? Without any further do..
All Rights Reserved
#624
myself
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Almost (COMPLETE)
  • obsesi seorang mantan pacar
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • I Wanna Die Soon (Beginning)✔️
  • My Husband
  • Hanya dirimu
  • DIARY HAN JI-EUN
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines