Antologi Remaja

Antologi Remaja

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
Berada di penghujung zaman mengharuskan mau tak mau diri ini menatap mirisnya dunia yang semakin rusak. Namun, tak mungkin sebagai remaja yang paham akan ilmu diam begitu saja. Karena seharusnya remaja berperan adil sebagai penerus generasi, yang artinya mampu mengkondisikan dalam menangani dan bukannya justru terbawa akan realita yang didapati, rusak. Mendapati remaja saat ini yang enggan peduli terhadap kehidupan sekitar, lebih memilih untuk peduli terhadap kehidupan diri sendiri menghabiskan waktu bersama dengan benda persegi tipis yang menampilkan globe. Padahal jika dihadapkan dengan sebuah kertas dan pena remaja pasti akan langsung tergerak untuk menulis, menjabarkan isi pikirannya. Apalah dengan remaja yang bisa menulis namun enggan untuk menggembangkannya, bukankah itu suatu hal yang disayangkan? Padahal menulis merupakan suatu hal yang patut disyukuri, dengan bisa menggerakan tangan kita, menjabarkan isi pikirannya tanpa menumpuknya. Melalui SICO remaja diajak untuk menghasilkan karya di setiap waktunya. Bukan hanya sekedar karya yang mengikuti pergerakan remaja berujung percintaan, namun diarahkan bagaimana mengubah pemikiran remaja yang mengarah pada jalan yang salah. Juga membagikan segelintir kisah dengan sejuta rasa dalam menjalani perjuangan komunitas ini membuat kami ingin selalu mempertahankan hingga akhir.
All Rights Reserved
#67
anthology
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avontur
  • Takdirku ✓
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ABG Anak Biang Gaul
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]
  • Dia dan Doa
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
Avontur

Hancur! Persatuan tak lagi dapat dirasakan. Ideologi-ideologi terbengkalai oleh opini yang tak pasti. Hidup dan bertahan dari sumber daya alam yang nantinya tak tersisa. Menyisakan penyesalan yang tak kunjung henti. Indonesia dengan teknologi di era industri ternyata tak membuahkan hasil. Seluruh teknologi yang membutuhkan sumber daya yang utama tidak dapat beroperasi. Transportasi pun sangatlah minim. Pada akhirnya, Indonesia kembali pada abad ke 18-an. Terkecuali pada sepetak daerah tertentu yang masih dapat merasakan kehidupan yang lebih baik, meskipun tidak sesempurna kala itu. Mereka, sekelompok remaja yang penuh akan pertanyaan tentang masa depan. Mencari jalan untuk kebahagiaan. Menggapai arti PERSATUAN. Sekelompok remaja dengan sifat berbeda, mencari sebuah kepastian. Sedikit kisah melodrama dan dibumbui romansa ada di dalamnya. Mewarnai kehidupan yang selama ini dipenuhi derita. Apakah Indonesia akan beragam dalam perjuangan yang dilakukan oleh para remaja itu? Ataukah takdir tak akan berubah, meski telah diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines