Lulu Salsabila (22) punya hidup yang tenang, karier yang lumayan stabil, dan prinsip yang jelas: Bola itu bukan hidupnya. Sampai suatu saat, satu nama mulai muncul di sekelilingnya-di timeline, di percakapan teman-temannya, di teriakan para penonton: Vion Ashford. Striker muda Timnas. Keturunan British. Elegan. Pintar. Ganteng. Dan katanya... belum pernah pacaran. Lulu bukan penggemarnya. Sama sekali bukan. Tapi takdir punya cara aneh untuk menendang hidup seseorang keluar dari garis aman. Dan siapa sangka? Yang awalnya bukan siapa-siapa, bisa jadi pusat semesta. This isn't a story about a fan falling for her idol. This is a story about someone who never believed in "that kind of love" - until he came and messed up her entire defense.
Mai multe detalii