ASA
  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 15, 2020
Wanita cantik berdarah Asli Jawa, panggil saja Binay (Abinaya Ayudisa). Kata orang, Binay adalah sosok wanita sempurna dengan paras khas Jawanya yang anggun, cerdas, baik hati, lembut dan kaya raya. Setiap mata memandang beranggapan bahwa dia bahagia karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyukai dan mengaguminya. Namun itu tidak berlaku untuk Binay, karena segala kesempurnaan yang ia miliki membuatnya harus rela kehilangan lelaki yang amat ia cintai, sosok Juang (Satya Juang). Ketika kata "Hubungan kita itu apa?" terlontar dari mulut Binay, seketika suasana sayu, hangat, semilir angin, dan percikan air pantai yang sedang dimainkan oleh pengunjung lain berhenti dan menjadi hening dengan jawaban "Jika kamu ingin kepastian, aku mundur". Detik itu bom waktu seakan dinyalakan dengan sekali ledakan, BOMM seketika kehidupan Binay hancur, hangus tidak tersisa, hari-harinya tidak berjalan mulus, hatinya sakit, pikirannya kacau, dan raganya layu tak bertulang. Binay membenci keadaan ini, dimana dia harus menerima kenyataan pahit itu, bahkan setelah 2 tahun perpisahannya, gejolak yang pernah muncul hanya bisa diredakan tapi tidak dilupakan. Perasaannya masih sama, hatinya masih penuh, harap(asa)nya masih ada. Bertahun-tahun untuk menetralisir kenyataan pahit itu, dia mencoba menyalahkan salah satu pihak yaitu Juang, namun dia sadar alasan atas keputusan itu bukan salah Juang. Kemudian menyalahkan sosok wanita lain yang mencintai Juang, namun wanita itu tidak sepenuhnya salah, dia hanya mencintai tapi tak berhasil mencuri hati Juang. Lalu menyalahkan orang tua Juang, tapi perkataan orang tua Juang benar, tak selayaknya seorang lelaki jantan menggenggam sebuah mawar begitu erat sedangkan dia belum layak untuk menjaganya dalam pelukan. Lantas siapa yang berhak di cap salah dalam hal ini? jawabannya diri sendiri, iya, sepertinya yang paling pantas disalahkan dalam hal ini adalah dirinya sendiri. "Aku membenci diriku sendiri sebagai sosok pecinta" 02 Juli 2020
All Rights Reserved
#548
moveon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Snowy Winter
  • DAREL (END)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Indira (Playstore)
  • A promise in Munich
  • FIRST IMPRESSION | Park Sunghoon ✓
  • This Love
  • The Dark (revenge worsens)
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  •  WARNING!!! Istriku Pikun (End)

※YunJae※ ☆Musim dingin bersalju☆ Menjadi putra kedua dalam keluarga terpandang kaya raya bukanlah hal membanggakan bagi Jung Yunho. Terlebih ketika Yunho hanya di anggap sebagai bayangan kakak pertamanya yang serba sempurna. Putra kesayangan dan ahli waris keluarga. Yunho melakukan segala cara untuk menunjukan bahwa dirinya bukan lah putra yang tidak berguna. Ia belajar, bekerja keras dan meraih prestasi yang paling membanggakan dalam bidang bisnis. Namun semua itu belum cukup bagi kedua orang tuanya untuk menyukai Yunho sama besar seperti kakaknya. Lalu ia jatuh cinta. Cinta yang membawanya ke surga sekaligus neraka. Ketika ia di hadapkan dengan pilihan antara cinta sejati dan cinta dari keluarga yang selama ini ia harapkan. Dan sebuah pilihan yang menuntut keduanya menuju jalan perpisahan. "Kau mencintaiku. Aku yakin kau akan menungguku. Sampai aku behasil, aku yakin akan hal itu. Kau harus selalu menungguku." Namun dia pergi hanya karena sebuah pilihan yang telah salah ia ucapkan. * * * Cinta itu perlu pengorbanan. Cinta juga menuntut sebuah kepastian. Apakah kenangan itu indah. Ataukah menyakitkan? Kenangan itu hanya ada pada benak seseorang, ingatan seseorang yang tak bisa di berikan kepada orang lain atau di curi oleh orang lain. Haruskah aku beryukur karenanya. Ketika yang tersisa di antara kau dan aku hanyalah perpisahan. Sembilan tahun Jaejoong menjadi kekasih Yunho, selama itu pula belum cukup bagi pria itu untuk mengikat hubungan mereka ke dalam mahligai suci pernikahan. "Aku mencintaimu sampai rela menunggu selama sembilan tahun. Di setiap tahun yang berlalu, aku selalu berharap kau akan menikahiku. Dan ketika tahun itu berlalu dengan kau belum juga melamarku, aku meyakinkan diri bahwa kau akan menikahiku di tahun berikutnya. Sampai sembilan tahun berlalu tanpa adanya kepastian." Kim Jaejoong. "Nikahi aku. Atau lupakanlah aku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines