Cerita HATI

Cerita HATI

  • WpView
    Lecturas 45
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 22, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasceritahati
Macet, panas, hujan, musik dan sendiri. Elemen-elemen ini adalah teman sejatinya tiap hari. Sudah lebih dari tiga tahun lalu ia menggeluti profesi sebagai Marketing Media.Ceria dan bahagia, itu yang selalu orang-orang sekitar lihat darinya. Tapi tak ada yang tahu, ternyata disinilah ia berhasil menyembuhkan luka, dengan segala kesibukan-kesibukan yang ia hadapi. Merajut sendiri serpihan perih yang berkeping-keping, menyusun sendiri puzzle hati yang pernah dibuat berantakan. Lalu, saat semuanya terasa begitu sempurna. Seseorang dari bagian masa lalu, yang mungkin pernah menghancurkan rasa atau menghempas puzzle yang pernah disusun bersama, kembali hadir menawarkan diri untuk memperbaiki yang pernah terjadi. Sementara dirimu sudah mati-matian menyusun semuanya sendirian. Kemana dia saat dulu kamu butuhkan untuk kembalikan semuanya? Akankah hatimu percaya bahwa ia tak kan hancurkannya lagi? Apa yang harusnya kamu lakukan?
Todos los derechos reservados
#423
ceritahati
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Run With Me
  • Lovakarta
  • Saksi hujan
  • Pergi yang Tak Kembali..
  • My Precious Love
  • Penantian Hujan
  • Dalam Rintik yang Sama
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • CYNOSURE [Sudah Terbit]

Tidak ada yang benar-benar pulih dari luka lama. Celene tahu itu lebih dari siapa pun. Setahun setelah tragedi yang menghilangkannya dari dunia ini, ia kembali dalam wujud yang hampir sama, namun dengan jiwa yang sudah tak lagi utuh. Di hadapannya, dunia yang ia tinggalkan tak banyak berubah. Orang-orang tersenyum, berbicara, bercanda. Namun di balik itu semua, sesuatu yang tak kasat mata sedang menunggu. Valen, dengan dingin yang membekukan udara di sekitarnya. Severin, dengan keramahan yang terlalu mudah untuk dipercaya. Cyrus, dengan diam yang mengintip ketulusan dan kepalsuan dalam sekali pandang. Kaien, dengan tawa ringan yang menyembunyikan niat yang tak pernah sederhana. Mereka tidak sekadar mengulurkan tangan. Mereka mengatur panggung. Di antara kata-kata manis dan tawa samar, sebuah permainan lahir bukan untuk sekadar memenangkan hati Celene, tapi untuk merobohkannya dari dalam, perlahan, sunyi. Dalam permainan ini, cinta hanyalah umpan. Kepercayaan adalah mata uang yang murah. Dan rasa sakit...adalah bahasa yang paling jujur. Celene melangkah masuk, mungkin tanpa sadar. Atau mungkin hanya mungkin dia membiarkannya, karena bagian dari dirinya ingin tahu seberapa dalam ia bisa jatuh sebelum ia benar-benar hancur.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido