Remah Kripik 1997

Remah Kripik 1997

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
Empat sekawan. Tiga lelaki, satu perempuan. Lahir di tahun yang sama. Ojan. Makhluk metropolitan satu ini hidup serba nyablak dan apa adanya, hidup mengikuti alur sungai katanya. Meski mengikuti alur, ada sisi gelap kehidupan malam yang terus Ia jaga, namun sayangnya, Ia bahkan tak tahu kenapa mempertahankannya. Sam. Sebangsa tionghoa yang sengaja menjebakkan diri di kisah ketiga sekawan, manusia paling tenang dan netral. Baginya, semua manusia beragama sama , tidak memihak adalah prinsipnya kala ini. Jak. Tidak terdefinisi. Satu hal yang pasti. Ia menyukai wanita bernama Sara, namun alih - alih mendekatinya dan mengajaknya ke pelaminan, Ia justru tenggelam pada perkawanan tidak berujung. Sara. Makhluk paling indah di keempat sekawan. Meski tergolong kaum hawa, penampilan hijabnya jauh dari feminim. Hitam, Warna gelap, Jeans serta dunia otomotif adalah jiwanya. Siapa sangka perempuan ini menyukai dunia malam? Bersama - sama, mereka mencari yang hilang dari diri mereka, menemukan perspektif baru dan mulai mempertanyakan perspektif diri yang sudah tertanam lama.
All Rights Reserved
#284
metropop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berteman itu Sulit
  • RASI BINTANG
  • He Was My First Romance
  • Love Therapy (Selesai)
  • Plot Twist
  • Guéris-Moi
  • Denyut di Antara Kita
  • The Sky Before Secrets
  • Tersesat di Antara rasa

Hana, gadis berjilbab yang tidak pandai berteman itu menjalani kehidupan sekolah yang begitu-begitu saja. Tidak dekat dengan siapapun, tidak juga bermusuh dengan siapa-siapa. Namun, kehidupan normalnya sirna saat kelasnya kedatangan murid baru bernama Dimas. Lelaki yang berkebalikan dengan Hana, begitu supel dan dalam sekejap sudah berteman dengan semua orang; kecuali Hana. Semenjak kehadiran Dimas dalam hidupnya, Hana mulai membuka matanya dan mulai menatap teman-temannya. Ada Ghina, Ryan, bahkan si ketua kelas Regan; yang membutuhkan 'teman'. Berkat Dimas pula, Hana paham, berteman itu sulit sekali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines