Me n My Stupidity

Me n My Stupidity

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya kisah diriku dan kebodohan ku. . Aku yang selalu berada disisi mu kenapa bisa kalah dengan Dia yang hanya baru sekali kau temui? . . 20 Oktober adalah hari yang paling ku benci dan ku sesali, ya aku tahu itu adalah tanggal lahir ku tapi karena kejadian di tanggal itu, aku perlahan tapi pasti mulai kehilangan dirimu. How I wish I could turn back time... . . Hei, aku juga disini kau tahu? Yang terluka bukan hanya dia tapi aku juga dan kenapa kau tidak melirik ku dan hanya melihatnya disaat aku berdiri di sampingnya? Sejak kapan dia menjadi prioritas utama mu? Tidak lihat kah kau bahwa luka ku lebih besar dan lebih parah daripada dia? Ahh kau ini... Setidaknya kalau kau tidak memperlakukan ku sebagai sahabat mu lagi perlakukan lah aku seperti orang asing yang kau khawatirkan saat sedang terluka dan membutuhkan bantuan. . Cerita ini hanyalah sebuah fiksi n Happy Reading (≧▽≦)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • FIZYA
  • complicated feeling | ✓
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • The First, Not the Last
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • DIA (Completed)
  • FRIEND ZONK
  • Grafi [End]

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines