Behind to Mr. Cho

Behind to Mr. Cho

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
"Apa yang aku miliki harus aku dapatkan meskipun itu dengan cara yang salah." - Seungyoun. "Rasa nafsu itu semakin lama semakin menjalar di tubuh ku yang hangat ini." - Sejin. Ini tentang Sejin seorang pelacur yang terjebak di hati seorng Idol Group, ia salah Seungyoun pria yang ingin memiliki Sejin dengan cara apapun. Mampu kah Seungyoun mendapatkan hati dari seorang Sejin, atau Sejin tetap pada pendiriannya sebagai pelacur? *PERINGATAN PENTING!* Cerita ini mengandung unsur seksual, LGBT, dan kekerasan serta adegan dewasa bagi kalian yang tidak menyukai genre tersebut dan belum Open Mindset terhadap LGBT tidak di saran kan untuk membaca ini. 21+
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • Señorita, Seungwoo
  • RINDU | SOOKAI
  • First and Last Kiss With The Same Person (yizhan)
  • Kating Ft SeungChan (Produce x Victon) | TAMAT
  • Happy Family (Yizhan)✅
  • begini adanya || Cho Seungyoun & Hwang Yeji
  • Sequoia
  • X1 imagine [ 𝓞𝓷𝓮 𝓼𝓱𝓸𝓽 ]
  • ✅Sleep With The Devil [YIZHAN]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines