Sahabat ... Nikah, Yuk! [Republish]

Sahabat ... Nikah, Yuk! [Republish]

  • WpView
    LECTURAS 293,236
  • WpVote
    Votos 23,602
  • WpPart
    Partes 52
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, may 18, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Erótica
Final Feliz
Comedia Romántica
PEMENANG PLATINUM GMG HUNTING WRITERS CHALLENGE 2021 KATEGORI BEST EDITOR CHOICE. *** Persahabatan Wenda dan Chandra sudah terjalin sejak mereka duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Chandra yang bermimpi menikah di usia muda, berniat menikahi sang kekasih setelah lulus dari SMA. Kekasih yang sudah ia pacari sejak duduk di bangku kelas sepuluh. Dalam hitungan yang kurang dari dua bulan, saat semua persiapan sudah rampung sembilan puluh persen. Sang kekasih memutuskan hubungan dan pergi ke luar negeri melanjutkan study. Wenda yang sedang berada di situasi hampir frustasi, sudah gagal mengikuti SMPTN dan harus gagal pula di SBMPTN, tiba-tiba ia berucap, "Udah deh, gue nggak usah kuliah. Gue nikah aja, deh. Tapi gue, 'kan nggak punya cowok." Di sanalah ide gila Chandra tercetus, "Sahabat nikah, yuk?" Bagaimana kisah rumah tangga mereka? Di usia yang sangat muda, mampukah mereka mempertahankan rumah tangganya dan saling menguatkan saat krikil konflik rumah tangga hadir? Saat orang di masa lalu kembali datang mengusik dan saat mereka tidak bisa melakukan layaknya pasangan suami istri pada umumnya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido