We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A K U  (Slow Up)

A K U (Slow Up)

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Hidup emang selalu gitu yah! Hehm. Soalnya yang gue tau kebanyakan orang datang hanya dikala mereka lagi butuh saja. Kalau rasanya udah puas ya begitulah ujung-ujungnya kita bakal di tinggalin lagi. Pesanku : Perhatiin dulu diri kita lebih dari apapun sebelum kita mencoba untuk memperdulikan orang lain. Mengalah boleh tapi ada batasannya selagi baik untuk sesama ya apa salahnya lakukan. Tapi ya kalau dirasa udah melebihi batas wajar, atau sampe ada rasa yang aneh dan bikin mengganjal di hati lebih baik jangan lakukan dulu. Karena kita diharuskan untuk berpikir dulu sebelum bertindak agar tidak menyesal dikemudian hari.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost is Never Enough
  • A R S E A N A
  • 𝐇𝐞'𝐬 𝐏𝐫𝐚𝐝𝐢𝐩𝐭𝐚? [TERBIT]
  • RUMAH|family issues
  • SILENT TEARS  (REVISI)
  • The Malfoy's
  • LINGGA (END) ✔️
  • SAKRAL (Ikatan Yang Suci)
  • Tuhan Cinta Kita
  • best friend and twilight

That's how our story begins.. Pernah gak sih kalian bilang, "Gue bahagia kalau dia bahagia" ? Gue pikir itu semudah yang dibilang, tapi ternyata faktanya enggak. Gak semudah itu untuk bahagia ketika lihat orang yang lo sayang bahagia bukan bersama lo... Persahabatan itu lebih berharga dari yang kita bayangkan. Gue bakal bayar harganya seberapapun juga kalo gue bisa tuker itu sama kebersamaan kami dulu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines