My Hot Daddy

My Hot Daddy

  • WpView
    Reads 73,373
  • WpVote
    Votes 5,278
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 17, 2021
"Ayah, Aku mau Ibu.Please give me the moms!!" "Seriously?" "Allright. Katanya, Ayah akan selalu menuruti permintaanku. Aku tak butuh uangmu, AKU HANYA INGIN MEMPUNYAI IBU SEPERTI TEMAN-TEMANKU." "Oke dude, akan Ayah carikan nanti ibu barumu." _______ "Apa tante mau,jadi Ibu seperti teman2 ku.Mengantar sekolah,membaca cerita ketika tidur,memasak untukku,mengurus Ayahku." "Andra juga mau nanti Tante bobok sama Andra dan Ayah.Ayah sudah lama loh tidur sendirian." _______ "Ku mohon,jadilah istriku dan ibu untuk anakku." "Akan dapat aku?Kau tahu,aku ini hanya gadis manja.Setiap hari aku butuh uang yang banyak." "Baik.Semua yang kau mau,aku turuti.Asal kau becus mengurus anakku." "Kalau...Aku minta cinta, Kau akan kasih?" "Hmm" TAHAP REVISI ====== Ini kisah dimana sang duda kaya mengejar cinta gadis bad, banyak teka-teki dan keromantisan. Dijamin seru... Jangan lupa tambahin ke library mu. { 1 Juli 2020 }
All Rights Reserved
#1
keabadian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • ARION [END]
  • Stuck With You | ON GOING
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • friendship dump
  • Promise Me ( END )
  • Mas Duda

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines