Sweet Dreams, Darling. [selesai]

Sweet Dreams, Darling. [selesai]

  • WpView
    Reads 5,218
  • WpVote
    Votes 683
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 6, 2024
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Judul sebelumnya, the violinist: sagara Gadis kecil dengan jepitan rambut bunga matahari yang ditemuinya di atap rumah sakit, selalu membayangi Sagara. Pengaruhnya sangat besar bagi hidup Sagara. Dan biola, hanya alunannya yang membuat Sagara tetap hidup. Pura-pura pacaran dengan gadis bawel yang takut dengan ayam, ternyata membuat hidup Sagara kembali tertawa. Iya, hanya berpura-pura, tetapi dengan rasa yang tersimpan di salah satu hati. Semua karena waktu, semilir rasa yang tadinya hanya singgah menjadi bertakhta. Mengambil alih perasaan si gadis sepenuhnya. Membuat fokus dunianya hingga hanya tertuju kepada Sagara. Beberapa kali, gadis itu ragu, sifat Sagara selalu berubah. Apakah pemain biola itu juga menyukainya, atau tidak? Senja kala itu, Sagara berujar yang hanya didengar oleh langit dan Tuhan. "Semoga, jatuh hatiku tidak berujung rindu yang bertepuk sebelah tangan, Sagara." -Binar Wanodya. "Kamu bikin aku bilang makasih berkali-kali ke Tuhan, Nar." Cover by: pinterest-enhypen Jake.
All Rights Reserved
#986
cintasegitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • The Last Birthday With You
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]βœ“
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Different Feelings
  • Senja
  • Indurasmi, Segara, dan Kita βœ“
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • SAGA [On Going]
  • Tubby, I Love You! (Selesai)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ πŸŒ₯️πŸŒ₯️πŸŒ₯️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❀️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines