Sweet Dreams, Darling. [selesai]

Sweet Dreams, Darling. [selesai]

  • WpView
    Reads 5,197
  • WpVote
    Votes 683
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 6, 2024
Judul sebelumnya, the violinist: sagara Gadis kecil dengan jepitan rambut bunga matahari yang ditemuinya di atap rumah sakit, selalu membayangi Sagara. Pengaruhnya sangat besar bagi hidup Sagara. Dan biola, hanya alunannya yang membuat Sagara tetap hidup. Pura-pura pacaran dengan gadis bawel yang takut dengan ayam, ternyata membuat hidup Sagara kembali tertawa. Iya, hanya berpura-pura, tetapi dengan rasa yang tersimpan di salah satu hati. Semua karena waktu, semilir rasa yang tadinya hanya singgah menjadi bertakhta. Mengambil alih perasaan si gadis sepenuhnya. Membuat fokus dunianya hingga hanya tertuju kepada Sagara. Beberapa kali, gadis itu ragu, sifat Sagara selalu berubah. Apakah pemain biola itu juga menyukainya, atau tidak? Senja kala itu, Sagara berujar yang hanya didengar oleh langit dan Tuhan. "Semoga, jatuh hatiku tidak berujung rindu yang bertepuk sebelah tangan, Sagara." -Binar Wanodya. "Kamu bikin aku bilang makasih berkali-kali ke Tuhan, Nar." Cover by: pinterest-enhypen Jake.
All Rights Reserved
#475
newstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]βœ“
  • Tubby, I Love You! (Selesai)
  • JINGGA
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Different Feelings
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Senja
  • REGATHAN [END]
  • Indurasmi, Segara, dan Kita βœ“
  • SAJAK & PUISI PATAH HATI

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines