We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
GONE
  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Assalamu'alaikum," ucapku pelan saat melangkah masuk ke dalam rumah. Tanpa sengaja, bahuku menyenggol pundak kakakku. "Oh, jadi begitu ya sikapmu sebagai adik? Masuk rumah langsung nyelonong aja? Kamu nggak pernah diajarin sopan santun ya? Atau kamu emang nggak lihat? Ah iya, aku lupa... kamu kan buta!" katanya dengan nada tajam. Tatapannya tajam, matanya memerah-seolah aku telah melakukan kesalahan besar yang tak termaafkan. Tiba-tiba, dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi. PLAK! Tamparan keras mendarat di pipiku. Rasanya panas, perih, dan menusuk. Air mataku jatuh tanpa bisa ku tahan. Dengan kepala tertunduk, kupegang pipiku yang kini berdenyut ngilu. Tak pernah kusangka, seorang kakak laki-laki bisa setega itu pada adiknya sendiri. "Jawab! Jangan cuma diam!!" bentaknya lagi. Urat lehernya menegang, suaranya penuh amarah. Dia berbicara seolah semua ini adalah kesalahanku, seolah aku sengaja memicu amarahnya. Dengan suara bergetar dan napas tersendat karena tangis, aku menjawab, "Aku nggak sengaja, Kak... Dan asal Kakak tahu, aku pernah diajari sopan santun itu-oleh Ibu dan juga oleh Kakakku. Tapi sekarang, mereka yang dulu mengajariku, justru berubah. Mereka bukan lagi orang yang aku kenal dulu..." Air mataku terus mengalir, deras seperti tak ingin berhenti. --- Penasaran kelanjutannya? Yuk langsung baca ceritanya sampai habis! Jangan lupa kasih bintang ya 🌟🌟🌟 😘😘😘 Terima kasih atas dukungannya!
All Rights Reserved
#130
kacamata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Secangkir Teh
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Arsyilazka
  • Dear Fenly || Un1ty
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines