Menantikan Senja

Menantikan Senja

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 14, 2021
Seorang gadis dengan paras yang cantik bernama Senja mempunyai sahabat bernama Fajar. Hubungan persahabatan mereka sudah terjalin lama. Sering menghabiskan waktu bersama menghadirkan perasaan yang lebih dari sekedar sahabat dihati Senja. senja tidak berani mengungkapkan perasaannya karena takut merusak persahabatannya dengan Fajar. Sayangnya kehadiran orang ketiga malah menghancurkan persahabatan mereka. Akan kah Senja mengungkapkan perasaannya dan memperbaiki hubungan persahabatan mereka atau dia malah menemukan tambatan hati yang lain?.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • Fajar & Senja
  • Aku Jarak dan Dia
  • FAJAR- The Sun After Set
  • Satu Langit Tiga Rona
  • Senja dan Fajar
  • FASE
  • Fajar dan Senja [SELESAI]
  • Sebatas Memeluk Raga.
  • Sahabat atau Cinta

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines