REGA
  • WpView
    Membaca 264
  • WpVote
    Vote 115
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 5, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
- Ketika Lukamu Adalah Sedih Ku- Reina itu dingin, Reina itu tak tersentuh, Reina itu pendiam, entahlah Alga tak mengerti mengapa Reina bisa menjadi seperti itu. Dimata Reina terdapat banyak teka-teki yang harus Alga pecahkan, namun tidak semudah itu untuk dia berhasil memecahkan semuanya. Puncak kesulitan Alga, saat hadirnya masa lalu Reina, Cinta pertama, sekaligus Saudara Reina, Alga tak mengerti kenapa ini bisa terjadi. Bagi Reina, masalalu itu ibarat luka, Luka yang sakit kembali setelah sembuh, kenapa Luka itu datang kembali kehidupnya? Reina tak mengerti. Saat itu juga Alga mengetahui, Reina itu Rapuh, Dia butuh sandaran, dia tidak sekuat kelihatannya, Alga sadar Reina itu gadis yang kuat tidak mudah mengeluh akan masalahnya. Saat itu juga Alga berjanji, Sesulit apapun untuk mempertahankan Reina, Meski semesta menolak mereka untuk bersatu, Alga akan tetap menjadi sandaran Reina.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#233
teens
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ruang
  • EPIPHANY
  • Valcano
  • Kenangan Untukku [Selesai]
  • ALGAFA
  • REINA
  • 00.00
  • DEAR BENGGALA
  • MISSHELLA ✔
  • STORY KEISHA (TAMAT)
ruang

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan