Story cover for Berteman Dengan Mimpi [COMPLETED] by ShintaNyaDenny
Berteman Dengan Mimpi [COMPLETED]
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Jun 29, 2020
Aku bukan seorang yang beruntung seperti kebanyakan orang, memiliki teman hanya sekedar impian bagiku. Bagi banyak orang, aku hanyalah seorang yang tak ada apa-apanya, aku hanya seorang yatim piatu yang dibesarkan oleh seorang nenek yang sudah tua. Hidup dengan kesederhanaan dan tak ada yang bisa dibanggakan. Hanya sebuah prestasi tapi itupun tak cukup untuk membuatku bisa memiliki seorang teman.
    Hingga seorang pria menawarkan diri untuk menjadi sahabatku, seorang yang memiliki segalanya tapi tidak menyukai hal itu, berkebalikan dari keinginanku.
    Suatu hari sepulang sekolah, mereka mendatangiku dan menarik tas ku hingga buku-buku didalam tas berserakan. Hujaman demi hujaman kuterima, membuat seluruh tubuhku tak berdaya. Aku tidak tau apa yang mereka mau, yang aku tau hanya nasibku tak seberuntung kalian.
All Rights Reserved
Sign up to add Berteman Dengan Mimpi [COMPLETED] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Canvas of Love (Repost) by GaluhCahya8
23 parts Ongoing
Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.
You may also like
Slide 1 of 9
Canvas of Love (Repost) cover
BYE, MANTAN! (TAMAT) cover
Mamaku Mantan Antagonis (Tamat) cover
𝓑ehind the rain cover
SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT) cover
A true friend? || Balas Dendam? cover
SELESAI (Say Goodbye) cover
TARGETNYA SALAH (TAMAT) cover
I Want U! (Tamat) cover

Canvas of Love (Repost)

23 parts Ongoing

Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.