We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Selective Love (Completed)

Selective Love (Completed)

  • WpView
    Reads 112,812
  • WpVote
    Votes 2,310
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
* "NIKAH YUK !!" Merupakan judul awal, sekang sudah BERGANTI menjadi "SELECTIVE LOVE" ** CERITA LENGKAP & LEBIH MENARIK, PINDAH DI KWIKKU YACH ** (Akan ada juga versi skenarionya di Kwikku) "Bapak punya pacar atau tunangan?" "Gak. kenapa?" "Nikah yuk !!" "Eh??" "Ayo kita nikah." Milea (27 th), seorang janda yang berprofesi sebagai psikolog mengajak nikah Rayhan (30 th), pilot single beranak satu. Silahkan FOLLOW sebelum membaca .. Terima Kasih ... :-)
All Rights Reserved
#5
seleksigloriouspublisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAKUNA
  • Angel To Raya (END)
  • My Sweet Husband [belum Revisi]
  • Assalamu'alaikum My Wife [END]
  • DikaRanggi
  • Marry Me Please Captain (END)
  • Magnolia Wedding [SUDAH TERBIT]
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • rahasia si psycopath!
  • ACCEPT  THE FACT
LAKUNA

[Completed] UPDATE SETIAP HARI! Bagaimana jika Kakak dan Adik menyukai laki-laki yang sama. Keduanya saling menyayangi satu sama lain dan rela melakukan apa pun agar masing-masing dari mereka bahagia. Akankah dalam hal ini juga sama? Atau akan ada yang bersikap egois? *** Tangan dari satu laki-laki yang sedang berkumpul di sana dari tadi tidak bisa diam sama sekali, dia terus saja menggerakannya dengan tujuan bisa menekan rasa gugupnya. "Saya berniat melamar putri Ibu," ujarnya. Kedua perempuan muda yang duduk tak jauh dari sana sama-sama tersenyum dengan malu-malu. "Alanta." Senyum di salah satu perempuan itu mendadak lenyap saat mengetahui jika nama Adiknya lah yang disebutkan oleh orang yang disukainya. Detik berikutnya, Alana mencoba memaksakan senyumnya. Dia tidak boleh merisak kebahagiaan Adiknya. "Ibu sih terserah Alanta saja. Kamu gimana, Kak?" Pertanyaan Ibunya membuat Alana tersadar. "Alanta bahagia, kami bahagia." "Jadi gimana, Dek." Alanta menunduk, Alana ikut menunduk. "Ya," jawab Alanta malu-malu. Saat itu pula setetes air mata langsung jatuh ke telapak tangan Alana. *** Awal: 4 November 2020 Akhir: 27 Desember 2020 © 2020 dysmh1428

More details
WpActionLinkContent Guidelines