Story cover for GARIS TAKDIR  by vestyana
GARIS TAKDIR
  • WpView
    Leituras 122,797
  • WpVote
    Votos 8,221
  • WpPart
    Capítulos 67
  • WpView
    Leituras 122,797
  • WpVote
    Votos 8,221
  • WpPart
    Capítulos 67
Concluída, Primeira publicação em jun 29, 2020
Pantesan susah buat dapetin hati bumi. Orang bumi aja gak punya hati! 
• • • •

Bulan cantik? Jelas. Bulan manis? Jangan di tanya lagi permen aja insecure lihat dia. Bulan pinter? Pasti, buku aja minder kalo di baca sama dia. Terus ada gak kekurangan dia? ADA! Bulan 'NOL BESAR' jika di suruh buat dapetin hati bumi.

Susah. Tidak tau lagi gimana caranya Bulan buat naklukin hati seorang Bumi. Saat mau maju satu langka lagi. Pasti ada aja yang dorong tubuhnya hingga dia kembali ketitik nol.

Bumi mungkin terlalu besar buat Bulan genggam. Kadang saja kehadiran dirinya tidak pernah dianggap. Bulan tidak pernah terlihat di mata Bumi. Apa perlu Bulan bawa banyak senter ke luar angkasa biar cahayanya bisa bersinar lebih terang, terus dapet perhatian dari bumi? Gila aja. Nanti matahari insecure lagi lihat gue. Hahaha

Welcome to my story!
Buat kalian yang lagi berusaha buat dapetin doi.
Buat kalian yang lagi berusaha buat lupain doi.
Buat kalian yang lagi bimbang mau terus
berjuang apa lupain aja. 
Mari berpelukan!

[MASIH DALAM PROSES REVISI]
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar GARIS TAKDIR à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#4riddlemencarinaskah
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Memories in Moon cover
RAIN [END] cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
SELENOPHILE cover
Mentari Tanpa Sinar cover
Bos Galak (ON GOING)  cover
I Told the Moon about You  cover
BulBin (END) cover
Because I'm Stupid (End) cover

Memories in Moon

13 capítulos Concluída

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?