Pantesan susah buat dapetin hati bumi. Orang bumi aja gak punya hati!
• • • •
Bulan cantik? Jelas. Bulan manis? Jangan di tanya lagi permen aja insecure lihat dia. Bulan pinter? Pasti, buku aja minder kalo di baca sama dia. Terus ada gak kekurangan dia? ADA! Bulan 'NOL BESAR' jika di suruh buat dapetin hati bumi.
Susah. Tidak tau lagi gimana caranya Bulan buat naklukin hati seorang Bumi. Saat mau maju satu langka lagi. Pasti ada aja yang dorong tubuhnya hingga dia kembali ketitik nol.
Bumi mungkin terlalu besar buat Bulan genggam. Kadang saja kehadiran dirinya tidak pernah dianggap. Bulan tidak pernah terlihat di mata Bumi. Apa perlu Bulan bawa banyak senter ke luar angkasa biar cahayanya bisa bersinar lebih terang, terus dapet perhatian dari bumi? Gila aja. Nanti matahari insecure lagi lihat gue. Hahaha
Welcome to my story!
Buat kalian yang lagi berusaha buat dapetin doi.
Buat kalian yang lagi berusaha buat lupain doi.
Buat kalian yang lagi bimbang mau terus
berjuang apa lupain aja.
Mari berpelukan!
[MASIH DALAM PROSES REVISI]
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max.
Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama.
Takdir kembali berulah,,,
"Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah.
"Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya.
"Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya.
"Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan.
"Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya.
.
.
.
.
Bulan & Max
Selesai Revisi Jumat 13 November 2020