Hidup Sendiri (END)

Hidup Sendiri (END)

  • WpView
    Reads 457
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2020
Hai! Namaku Bulan, aku adalah anak seorang direktur perusahaan, tapi sayang aku adalah seorang anak yatim, iya... Aku hanya memiliki seorang mama, tapi hidupku tetap bahagia karena aku mempunyai 2 sahabat yang selalu menemaniku, namanya Caca dan Cici mereka adalah anak kembar, seru bukan memiliki sahabat kembar. Kini aku sudah mau lulus dari kuliah ku dan disinilah kisah ku dimulai setelah aku bertemu seseorang yang spesial bernama Bintang. #Tetapi orang spesial itulah yang menghancurkan hidupku.#
All Rights Reserved
#24
menyendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Bulan Bintang
  • BULAN (END)
  • BINTANG&BULAN
  • FILTER
  • Our Home Lost in This House
  • Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines