BREAKDOWN

BREAKDOWN

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 2, 2020
Menceritakan tentang perjuangan seorang gadis dalam mengahadapi tekanan yang selalu datang silih berganti. Bagaimana dia selalu memakai topeng 'kebahagiaan' untuk menutupi kesedihannya. Dimana kebahagiaannya diambil dan di hancurkan oleh orang terkasihnya. Dia hanya bisa diam seakan tidak terjadi apa-apa. Orang di sekelilingnya menganggap dia 'Baik-baik saja' tanpa tahu baik fisik maupun mentalnya telah hancur berkeping-keping. Membuat dia kehilangan arah dan lupa akan dirinya sendiri. Cerita ini di persembahkan khusus untuk semua orang terutama remaja dan orang-orang yang pernah atau sedang merasakan apa itu depresi:) Hargai semua yang ada pada kalian dan di sekeliling kalian, karena kalian tidak akan tahu kapan dia akan hilang. Ketahuilah, yang hilang tidak akan pernah kembali, dan kamu tidak akan pernah mendapatkan hal yang sama seperti yang telah hilang. Jangan pernah putus asa, kalian yang pernah mengalami ini adalah orang yang kuat. - ; -
All Rights Reserved
#5
depressed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Diary Zofanya
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • JUST BE MINE [END]
  • ARIEANNA
  • Andira [End]
  • Perfect
  • Menyerah atau Bertahan?
  • RUMAH SINGGAH

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines