Tak ada keadilan yang Hana dan para siswi rasakan di SMA Nusantara, ketimpangan gender menjadi salah satu pemicunya. Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat penyaluran bakat melalui ekstrakurikuler dan meningkatkan jiwa kepemimpinan melalui organisasinya justru tempat para siswi dianggap lemah dan tak berdaya. Diantara sekian banyak siswi yang ada di SMA Nusantara, hanya sedikit yang meminta keadilan dan salah satunya adalah Hana, dia akan berjuang sebisanya agar keadilan terjadi di sekolahnya, walau dibarengi dengan konflik pertemanan, percintaan, dan keluarga yang mungkin akan membuat Hana menyerah seketika. Apakah Hana sanggup menjalaninya? Apakah ada yang bersedia membantu Hana? Mengapa SMA Nusantara menjadi seperti ini?
Más detalles