Story cover for Alice by deva_nops
Alice
  • WpView
    GELESEN 39
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 2
  • WpView
    GELESEN 39
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 2
Laufend, Zuerst veröffentlicht Juni 29, 2020
Erwachseneninhalt
"Dari dulu aku dan papamu tidak pernah menginginkan anak perempuan,karna menurutku anak perempuan tidak bisa apa-apa" kata mama


Alice fradel agatha yang tak pernah mendapatkan kebahagiaan di keluarganya 
seorang gadis yang mempunyai masa kelam 
yang membuatnya selalu depresi ketika mengingatnya 

Suatu hari dia bertemu dengan seorang lelaki yang dapat menghilangkan depresinya sedikit demi sedikit
"Alice, meskipun aku tidak tau apa yang pernah terjadi di masa lalumu ,tetapi aku hanya ingin selalu membuatmu tersenyum dan aku ingin kau bisa menjauh dari masa lalumu itu"kata eric
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Alice zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) von librarika
66 Kapitel Laufend
Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda
transmigrasi gadis pemalas[END] von imajinasi_author
32 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
Tara anatasya nerlyn gadis yang hidupnya sangat sempurna, memiliki kedua orang tuanya yang lengkap dan menyayangi nya, memiliki banyak kekayaan,otak pintar dan wajahnya rupawan yang cantik juga tunangan tampan.namun sayangnya gadis berumur 21 tahun merasa sangat bosan dengan semua itu, sempurna apanya ayolah itu hanya pandangan orang-orang saja nyatanya kedua orang tuanya selalu sangat positif padanya dan tunangannya ah pria bajingan itu sudah pernah tidur dengan salah satu pelayan dirumahnya. namun Tara atau di sapa dengan nama sya selalu merasa bodo amat dengan semua itu,yang di pikiran sya yaitu hidup rebahan tanpa melakukan sesuatu yang merepotkan hingga ajal menjemput. dan permintaan nya menjadi kenyataan yang mana ia mati tersengat listrik,penyebab ia terkena listrik karena kecerobohannya sendiri yang malas mencabut colokan listrik yang terpotong dan sudah beberapa hari di sana,dan saat ia ingin mengambil air tanpa sengaja air itu terjatuh karena tersenggol oleh tangannya sendiri dan jatuh mengenai kabel yang terpotong itu lalu sya tentu saja gadis itu malas membersihkannya dan membiarkan saja hingga suatu hari ia kebelet pipis dan tanpa melihat jalan ia menginjak kabel basah tersebut dan yah ia pun mati. sya bukannya sedih ia malah merasa senangi atas kematiannya namun bukannya masuk ke alam baka ia malah memasuki sebuah novel yang baru beberapa hari lalu ia baca yang berjudul 'my love talia' yang mana cerita itu berisikan kebanyakan adegan dewasa,adegan darah dan bergenre Harem. kesal dan marah bercampur satu,oh ayolah dia hanya ingin bermalas-malasan saja kenapa susah sekali.
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) cover
almost giving up? cover
MY HAPPINESS MAFIA cover
I Always Love You cover
REYFAL cover
transmigrasi gadis pemalas[END] cover
loss of antagonis cover
The Good Papa |Tamat|  cover
Fake Nerd cover

Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

66 Kapitel Laufend

Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda