ALTER EGO

ALTER EGO

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Alter Ego (Prolog) Aku suka berjudi dengan waktu. Cukup sering, sampai aku sadar bahwa kini taruhannya bukan lagi Hari ke Hari atau Bulan ke Bulan. Tapi seluruh hidupku. Aku suka mengoleksi Topeng. Memainkan peran dari waktu ke waktu, sampai aku sendiri lupa bagaimana rupa asliku. Aku suka menanam angin, sampai suatu hari aku menuai badai. Badai yang menyingkap semua topengku. Semua topengku berwajah malaikat, namun rupaku sebenarnya adalah iblis. Semuanya pergi. Kecuali kau. Kau mengenalku sebaik kau mengenal telapak tanganmu sendiri. Kau tidak hanya melihat gelapku tapi juga sisi terangku. Dan kau mengatakan;" tanpa kegelapan, aku tak akan pernah melihat bintang." Dan aku adalah bintangmu. Sesuatu yang hanya dinikmati saat gelap. Tapi bagaimana jika aku ingin berjalan ke sisi terangku? Masihkah kau memujaku? Aku adalah satu dari seribu perempuan yang indah dengan sisi gelapnya. Gelap menjanjikan kenyamanan, menjanjikan sunyi, dan menjanjikan keindahan yang tak pernah bisa diberikan Terang. Tapi terang menjanjikan kehidupan. Kau adalah segalanya. Kau adalah alasan mengapa Gelap dan Terang ada. Pertanyaannya; maukah kau menjadi Bumi-ku? Tempat aku menjadi Gelap dan Terang dan tempak aku menjadi Malaikat dan Iblis. Tempat aku menitipkan seluruh hidupku tanpa harus berjudi dengan waktu. Mau kah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Miss You Love
  • TAKDIR MENJADI LEMBU IBLIS
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Satintail
  • Ex or New? [REVISI]

Story of Gandhi & Rania "Ran, will you marry me?" "Kalau kamu merasa terbebani dengan nama besar keluargaku, ayo nikah tanpa orang lain tau" "Kalau kamu ingin mandiri dengan hasil kerja kerasmu sendiri, aku gak akan memberi apapun" "Kalau kamu ingin melanjutkan cita-cita dan pekerjaanmu disini, aku gak masalah kita berjauhan" "Tapi, aku ingin kamu yang jadi istriku. Kamu gak perlu mengejar langkahku sendirian. Aku akan membimbing kamu untuk disamping aku selamanya" "aku cuma ingin kamu ada dihidupku..." Sequel: Berpijak dengan Dua Kaki

More details
WpActionLinkContent Guidelines