Jejak Edelweis

Jejak Edelweis

  • WpView
    LECTURES 74
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juin 30, 2020
Event menulis cerpen bersama @Komunitas_CPBS Aini Lathifah, seorang gadis yang selalu dituntut untuk taat pada Allah oleh orangtuanya. Tak pernah sekalipun terbersit dalam benaknya untuk melawan kehendak orangtuanya. Namun Rinda, sahabatnya mampu membuat pikirannya berubah. Dia mengajak Aini mengikuti sebuah acara yang menyebabkan Aini sedikit menyangkal kehendak orangtuanya. Tapi dia tak pernah menyesal, dia bersyukur karena Rinda mengajaknya. Jika tidak, mungkin dia tidak akan pernah menyadari kebesaran Allah dan juga tidak akan bertemu dengan dia.
Tous Droits Réservés
#609
hijab
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ikhlas Cinta
  •  Secret Husband END
  • Dijodohkan dengan Guruku Sendiri (The End)
  • One Night Accident [End]
  • Takdir Dan Do'a
  • Ketika Takdir Memilih✔
  • Coretan Kisah

Ainun Nisail Mahya, abdi ndalem yang ketahuan memendam rasa pada Gus Ibnu Al Fariz Zuhury. Ketika perasaannya berbalas dan Gus itu ingin melamarnya, cinta mereka terhalang oleh restu orang tua. Parahnya lagi, Ainun kemudian dihadapkan pada dua pilihan, patuh dalam ketaatan keluarga kyai yang telah membesarkannya, atau memperjuangkan cinta dengan risiko kehilangan segalanya. Pada akhirnya, Ainun menyadari sabar paling berat bukanlah sabar dalam menghadapi musibah, melainkan sabar dalam ketaatan. Musibah membuat seseorang tidak lagi memiliki pilihan selain menerima, sedang dalam ketaatan sering kali terdapat banyak pilihan, dan di situlah seberapa besar keikhlasan hati seseorang diuji. "Jadi, seberapa bisa kamu mengikhlaskan hati untuk sebuah pengabdian diri? Bisakah kamu mengikhlaskan cinta untuk kebaikan orang-orang yang kamu sayangi?" © Nai, 17 Maret 2021

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu