We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ADOPTION

ADOPTION

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ada masa di mana aku tidak mau mementingkan segala urusan perasaan dan hati. Ketika aku merasa begitu nyaman dengan diriku sendiri. ketika aku tidak menginginkan untuk kenal dengan seseorang yang mungkin akan mencuri ucapan selamat pagiku setiap hari. Bagi pribadiku, wanita yang sempurna bukanlah ia yang pernah mengandung dan melahirkan. Bukan pula ia yang memiliki cinta dari pria sejati yang ia perjuangkan. Semua itu kusadari setelah aku menemukan Leon di sela kepingan kehidupanku sebagai wanita karir perkotaan yang sibuk dengan duniaku sendiri. Ia mencuri segenap simpulan pijar matahari pagiku. Ia mengobati segala penat dan lelah setiap malamku. Leon, menjadi alasanku untuk kemudian bertahan, memperjuangkan segala apa yang sudah sepatutnya kuperjuangkan.
All Rights Reserved
#83
single
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • ALVIN (On Going)
  • Mahligai Sunyi
  • [B1]√Quick Wear: The Enchanting Concubine, Rules of Survival and Plunder
  • Wrong Dream
  • [B1]√ After taking out the zombie's brain, I bound the child-bearing system
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines