ABIYA
  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 20, 2021
Hi aku Abiya Jika kamu menemukan surat ini, kuharap kamu juga menemukan tubuhku. Aku tidak pandai menulis. Ini adalah surat bunuh diri pertamaku. Jangan mencelaku karena terlalu lemah. Aku sudah kenyang dengan celaan. Mungkin aku akan kasih tahu kamu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ini akan menjadi surat bunuh diri terpanjang yang pernah ada di bumi. Setelah kamu mendengar kisahku, kamu boleh berkomentar apapun. Gadis cengeng. Cewek drama. Masih banyak orang di luar sana yang hidupnya lebih menyedihkan. Ya. Klasik memang. Kalau kamu mengikuti berita terpanas tahun ini mungkin kamu pernah mendengar namaku. Ya. Aku adalah korban dari pemerkosa yang paling diidolakan di negara ini. Pria manis yang posternya kau pajang di kamarmu dan fotonya menjadi wallpaper HP mu. Pria yang selalu terlihat sempurna di depan kamera, namun terlalu takut mengakui kesalahannya. Kamu boleh tidak percaya. Namun aku punya hak untuk menceritakan kisahku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cempaka Terakhir ✔
  • A Letter - Iqnam [END]
  • Javas Drexzer [END]
  • Semu [Completed]
  • Inside Me [END]
  • BIMANTARA [END]✔
  • I'm Dio! (REPUBLISH)
  • MAPS [COMPLETED]
  • DAMIAN
  • The Fate Of My Life (END)

Aku sudah berusaha untuk menutup seluruh hatiku. Aku tidak ingin ada yang mengisi ruang kosong di sini. Karena aku lelah, aku takut. Sudah cukup hal yang pernah menimpaku menjadikanku pribadi yang hancur. Aku tahu bagaimana rasanya disakiti. Aku tahu bagaimana rasanya dikhianati. Aku tahu bagaimana rasanya ketika kehilangan. Aku berhasil menjaga hatiku tetap kosong sampai hari itu tiba. Hari di mana aku bertemu dengannya. Orang yang terus mengusik pikiranku. Orang yang perlahan-lahan mengisi kekosongan di hatiku. Pemilik mata itu. Pemilik senyuman itu. Ah bisa gila aku hanya karenanya. Aku tahu perasaan apa ini. Meski aku terlambat untuk sadar. Aku menyesal untuk keterlambatan ini. Karena ia tang melihatku sepenuhnya, mungkin melirik saja ia tidak. Ia mengagumi orang lain. Aku sadar aku salah. Tuhan, bantu aku. Aku tak ingin hal yang sama terulang kembali. Aku hanya ingin meraih cinta sejatiku. Aku harap rasa ini hanya untuk sementara. AKU HARAP. Aku masih terlalu takut, Tuhan. *Update tiap hari

More details
WpActionLinkContent Guidelines