SOMBRA (on going)

SOMBRA (on going)

  • WpView
    Reads 384
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 18, 2020
Aku lelah.. Gadis itu terisak dengan sapu yang masih digerakkannya. Lelaki di sebelahnya mengacak rambut frustasi. Isakan tangis gadisnya membuatnya hilang akal. " Tolong,tolong jangan menangis. Beristirahatlah" Gadisnya tak mendengarkan. Sapu itu terus bergerak digenggamannya. Ia mengabaikan darah yang keluar dari hidungnya dan bercampur air mata yang jatuh mengotori ubin lantai. Tak peduli dengan itu, ia lebih baik mati kelelahan dan segera meninggalkan penjara ini. Lelaki itu menggeleng. "Tidak,tidak. Kamu tidak boleh mati. " Akhirnya ia mengambil sapu dari genggaman gadis itu. Sapu itu terjatuh. Gadis itu berusaha mengambilnya tetapi sebuah tangan menjambak keras rambut si gadis hingga mendongak. Sepersekian detik, si gadis berputar-putar tak karuan, kepalanya membentur barang-barang dan tembok. Ia tersenyum diakhir kesadarannya. Berharap ini yang terakhir dan ia akan segera menetap didunia lain. Nafas lelaki itu memburu. Ia menatap gadisnya yang tergeletak lalu berkata,"beristirahatlah,Fla. Kau tak akan mati secepat ini. Ada tugas besar yang belum kau selesaikan dibumi." Warning!!!. Cerita menegangkan tentang seorang gadis diantara ribuan penduduk Mexico. Ikutin sampai selesai. Jangan langsung nge judzge kalau belum tau alurnya. Semua genre🏰🏰 High ranking : ❤️3 in #gosh (3 September 20) Plagiat go away!!!
All Rights Reserved
#4
mexico
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Beauty Psycho (END)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • SHE IS MY TWINS
  • ALEAGAS [END]
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines