masa lalu yang datang Menyapa (Slow Update)

masa lalu yang datang Menyapa (Slow Update)

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 3, 2020
Gimana si rasanya,nama yang selalu kita sebut dalam doa dan di sujud terakhir kita untuk berjodoh dengan kita tapi sayang nya dia tidak menjadi apa yang kita inginkan. Di lain tempat ada seseorang yang sedang menikung kita lewat doa yang selalu ia panjatkan kepada sang Rabb. Cara Allah menyayangimu bukan dengan meringankan masalahmu, tapi dengan menguatkan jiwamu sehingga sehebat apapun masalahmu kau tetap bertahan dan tak menyerah.Cara Allah menyayangimu bukan dengan mengurangi beban yang kau pikul, tapi dengan mengokohkan pundak mu, sehingga kau mampu memikul amanah yang diberikan kepadamu.Cara Allah menyayangimu mungkin tak dengan memudahkan jalanmu menuju sukses, tapi dengan kesulitan yang kelak baru kau sadari bahwa kesulitan itu yang akan membuatmu semakin berkesan dan istimewa. Jika ia berakhir dengan ke IKHLASAN, ia akan lahir menjadi cahaya dan itu adalah hadiah terindah dari Allah.
All Rights Reserved
#65
kesabaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Slow Days (FIN)
  • Tertulis Dalam Doa
  • Eternal Flame
  • Anugerah Terindah
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Bertemu Tanpa Sapa, Diam-diam Ada Rasa
  • SUNSET WITH YOU [REVISI]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Euphoria

Tujuh bulan semenjak kehilangan orangtua, pekerjaan pertama, dan mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan, saya memutuskan mengasing di vila keluarga. Di sini, saya menyepi, mengurung diri sembari mencoba mengumpulkan keberanian untuk melihat hari-hari yang kembali datang dengan kenyataan masam, penuh penyangkalan. Hari-hari yang saya rasa hanya akan berkisar pada putaran waktu yang terasa lambat dan hal-hal yang tidak sederhana. Untuk kesekian kali, saya menemui diri yang belum piawai berduka, tidak paham apa itu menerima. Satu-satu, saya juga tengah berusaha menghimpun kebahagian yang masih tersisa. Namun sayangnya, tidak ada. Dan akhirnya, sekali lagi, ingin saya bertanya padamu. Tolong, beritahu saya bagaimana caranya mencintai diri ini lagi seperti sedia kala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines