ESOTERIC FLAIR

ESOTERIC FLAIR

  • WpView
    Reads 1,787
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
"Kau tahu, mata biru, rambut rapi tertata, tubuh seksi ,wajah tampan, dan kaya sepertimu. Kau akan sempurna jika permainan tubuhmu juga semaksimal itu." Timpalnya sambil berusaha membuka bungkus es krim itu tanpa melihatku. Bagaimana wanita ini berbicara vulgar seperti itu dengan sesantai itu. Aku akan memulainya, "Apa aku cukup menarik untukmu?" tanyaku sambil menaruh kembali ponsel ke kantung jas-ku. "Ehm." Ia menjawabku dengan jawaban singkat itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Life
  • [COMPLETED] 7 Days
  • Kakak Tiriku
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • BITCH OF LOVE🔞 ( PoohPavel Short Story ) END
  • [35]. Revenge [ Krist x Singto ]
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Sudut pandang (felisha)
  • Impossible Wish
  • Hurt Love

MATURE CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA [ 21+ ] Dia mendekat ke arahku, bagai dewa kematian yang siap menjemputku. Auranya dingin, menakutkan, dan begitu gelap. kata-kata itu sangat cocok untuk disematkan pada dirinya. Aku seperti pernah melihatnya, mata hijau kebiruan itu. Dimana tapi? Aku bahkan tidak dapat menggunakan otakku dengan benar. Tangannya menyentuh tengkukku. Hal gila yang tak pernah terjadi kepadaku. Jika aku masih waras harusnya aku menendangnya atau bahkan memukulnya saat ini juga. Bagaimana bisa orang asing menyentuhku?! Aku pernah membuat kepala artis terkenal bocor karena memukulnya dengan heels, dia seenaknya memelukku dari belakang saat aku sedang di club malam. Hal gila macam apa yang sedang aku alami? Mataku terpejam seakan menikmati sentuhannya, aku yakin aku sudah tak waras. Aku yakin sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku. Apa yang harus kulakukan? Tubuhku seakan menyambut ketika bibirnya tiba-tiba menempel di bibirku. Sial! Dia adalah orang yang paling menyebalkan dalam hidupku. Bagaimana bisa?! Tapi kami begitu larut, tubuh kami seakan-akan memang ditakdirkan untuk bersama. Larut dalam kenikmatan malam ini, larut dalam buaian satu sama lain. -Jane Bennett

More details
WpActionLinkContent Guidelines