Rahasia Dibalik Senja ( RDS )

Rahasia Dibalik Senja ( RDS )

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 28, 2020
Jika langit tak pernah hadir dalam kehidupan senja. Semua cerita ini takkan pernah ada. Walaupun senja sering datang dan pergi. Tapi senja tau tempatnya untuk pulang. ______ " Semua rasa sakit selalu memberikan pelajaran. Maka berdamailah dengan setiap luka. Jika kau tidak bisa. Jangan pernah menutup pintu. Karena dalam kehidupan. Tidak ada seorangpun yang mampu hidup sendirian." - Langit- ......... " Sendirian bukanlah hal yang mudah. Menjadi pendiam juga bukan hal yang mudah. Apalagi harus berpura pura tidak merasakan luka. Seseorang yang selalu menyimpan luka tidak akan bahagia. Entah itu dalam kesendirianmu atau dalam diammu. Bahkan dalam keramaian hidup." - senja - Happy Reading Revisi ( only-k )
All Rights Reserved
#208
awan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Langit Artharendra
  • Langitra
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • ANGGARA & ARUNIKA
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • MAURAKA [Completed]
  • ARA (tamat)
  • Because I'm Stupid (End)

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines