Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Seruput Kepedihan Diujung cangkir

Seruput Kepedihan Diujung cangkir

  • WpView
    LECTURAS 86
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 1, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Setiap orang memiliki kadar kesedihan dan mentalnya sendiri. Sedangkan kita cukup tahu. Tapi pernahkah kalian berpikir bahwa memahami sudut pandang setiap kadar seseorang itu penting? Kalian tidak pernah merasakan apa yang mereka rasakan, apa yang mereka alami, bahkan mengetahui apa yang mereka sembunyikan dibalik ekspresi penipu itu. Lalu seperti apakah pikiran mereka? apa yang mereka ingin katakan selama ini? Kalian akan tahu itu. Tulisan ini mengajakmu bersudut pandang. Membuatmu berpikir dua kali terhadap perasaan manusia. "Bacalah dan biarkan dirimu lebih berperasa"
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  HAZELA
  • Kiara's Story
  • Rangkaian Aksara
  • Stres In Life
  • Feel Like Smile
  • Rasa Tanpa Kata
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido